Jumat, 27 Mei 22

Armina Jadi Perhatian Utama PPIH Arab Saudi

Armina Jadi Perhatian Utama PPIH Arab Saudi
* Direktur Jenderal Penyelenggara Haji dan Umrah (Dirjen PHU) Kementerian Agama Nizar Ali (kiri). (foto: fikr/Kemenag)

Makkah –  Website Kementerian Agama Sabtu (4/8/2018) memberitakan prosesi puncak haji berwukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, dan melontar jumrah di Mina (Armina) akan menjadi perhatian utama Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi tahun ini.

Direktur Jenderal Penyelenggara Haji dan Umrah (Dirjen PHU) Kementerian Agama Nizar Ali, Kamis (2/8) malam waktu Saudi, memaparkan rencana menghadapi Armina.

“Pada tahun lalu petugas mengalami kendala menyisir jemaah yang kelelahan pada jumrah aqabah setelah mabit di Muzdalifah,” kata Nizar.

Banyak jemaah, lanjutnya, yang terduduk di bawah terik matahari.

Sementara tim kesehatan terpusat di tenda Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) menangani jemaah sakit. Nizar menjelaskan tahun ini akan ada tim penyisir jamaah. Mereka berasal dari personel perlindungan jemaah (linjam) dan kesehatan.

“Tim pertolongan pertama pada jamaah haji (P3JH) juga akan turun,” kata Nizar.

“Saat ini mereka banyak bertugas di Masjidil Haram dan Nabawi untuk memberikan bantuan kepada jamaah yang kelelahan dan mengalami gangguan kesehatan,” sambungnya.

Menurut Nizar, mereka akan dikerahkan untuk menyisir jamaah selama prosesi Armina.

Ia menambahkan sebaran petugas akan berbeda dengan tahun sebelumnya.

“Tak lagi dikonsentrasikan pada satu titik, tapi dipecah,” tandasnya.

Petugas dari Daerah Kerja Bandara, Makkah, dan Madinah, sama-sama dilibatkan.

“Mereka disebar ke sejumlah pos untuk lebih menjangkau jemaah kelelahan,” tandasnya. “Sekarang menjadi kesatuan. Armina tidak lagi dibebani kepada satu daerah kerja. Semuanya harus turun nanti,” ujar Nizar.

Di sisi lain, katering selama Armina juga tidak berhenti. Petugasnya akan mengawasi produksi dan distribusi makanan jemaah.

“Hal ini merupakan komitmen pelayanan haji tahun ini untuk memberikan makan kepada jemaah sebanyak 40 kali,” tuturnya.

Ia menambahkan nantinya dapur akan disiapkan di Arafah dan Mina. (arh)

 

Baca juga:

Langgar Kontrak, Perusahaan Bus Jemaah Haji Indonesia Ditegur

PPIH Arab Saudi Buru Penipu Jemaah Haji Indonesia

Dua Pekan Layani Jemaah Haji Indonesia, Ketepatan Waktu Mendarat Capai 80,08 Persen

Hari ke-17 Total 21 Jemaah Haji Indonesia Wafat

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.