Minggu, 19 September 21

Aris Junaidi Pastikan Perguruan Tinggi Siap Laksanakan Perkuliahan Secara Daring

Aris Junaidi Pastikan Perguruan Tinggi Siap Laksanakan Perkuliahan Secara Daring
* Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Dirjen Dikti, Kemendikbudristek Aris Junaidi. (Foto: Istimewa)

Jakarta, obsessionnews.com – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) secara aktif menyelenggarakan berbagai pelatihan dan menerbitkan buku panduan penyelenggaraan pembelajaran daring, menyediakan LMS (Learning Management System) yang dapat digunakan oleh perguruan tinggi di SPADA (Sistem Pembelajran Daring Indonesia).

Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Dirjen Dikti, Kemendikbudristek Aris Junaidi menyampaikan, Kementerian juga memberikan stimulasi-stimulasi bantuan pendanaan bagi perguruan tinggi untuk mulai membangun infrastruktur pembelajaran daring dan penguatan SDM dalam menyelenggarakan pembelajaran daring.

“Kami juga bekerja sama dengan berbagai pihak menyelenggarakan webinar/workshop terkait pembelajaran daring. Saat ini saya bisa sampaikan bahwa dari sisi kesiapan, perguruan
tinggi 90% telah siap menyelenggarakan perkuliahan secara daring. Namun demikian, kami masih terus melakukan pendampingan dan evaluasi terhadap kinerja penyelenggaraan pembelajaran daring di perguruan tinggi untuk
menjamin proses perkuliahan diselenggarakan dengan baik,” ujarnya dikutip dari majalah Men’s Obsession, Sabtu (31/7/2021).

Namun demikian, ia tak membantah adanya tantangan yang dihadapi oleh perguruan tinggi dalam menyelenggarakan pembelajaran secara
daring.

“Terutama adalah engagement antara mahasiswa dan dosen, interaksi yang terbatas, konten dan modul mata kuliah daring yang memadai, serta bagaimana menyelenggarakan perkuliahan yang bersifat praktikum,” urainya.

Sedangkan kendala yang ada saat ini masih seputar kuota dan jaringan internet yang belum merata. Tapi, ia memastikan tidak ada penurunan kualitas perkuliahan.

“Karena kami selalu menekankan bahwa dalam pembelajaran daring tidak boleh ada perbedaan kualitas perkuliahan, namun kami tidak menampik fakta bahwa karena keterbatasan dan kondisi saat ini, pada beberapa mata kuliah menghadapi tantangan yang cukup berat dalam melakukan pembelajaran secara daring. Khususnya mata kuliah yang bersifat praktikum ataupun mata kuliah yang harus dilakukan secara hand-on misalnya pada program studi keperawatan dan teknik,” beber alumnus UGM ini.

Sementara terkait minat kuliah mahasiswa di Indonesia di era pandemi ini, ia mengakui memiliki dampak karena pengaruh ekonomi yang cukup
signifikan. Terutama mahasiswa aktif di perguruan tinggi.

Aris merujuk data dari PDDIKTI yang menunjukkan angka mahasiswa aktif pada semester genap TA 2019/2020 mencapai 6.152.505 (sebelum pandemi), dan pada semester genap TA 2020/2021 hanya 2.540.265 (masa pandemi) Namun begitu, pria yang meraih S3 di Murdoch University ini, tetap optimis bahwa meskipun pembelajaran dilakukan secara daring harus tetap mengutamakan mutu dan tidak mengurangi Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL).

Sementara untuk pembelajaran luring tetap memerhatikan protokol kesehatan dan mengutamakan kesehatan sivitas akademika.

“Tetaplah meningkatkan mutu ditengah keterbatasan serta tetap menciptakan inovasi-inovasi pembelajaran, memperkuat LMS, serta memperkaya modul-modul pembelajaran atau E-learning,” pungkasnya. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.