Selasa, 7 Desember 21

Arab Saudi Masih Terapkan Pembatasan Pergerakan Orang Melalui Penerbangan Langsung dari Indonesia

Arab Saudi Masih Terapkan Pembatasan Pergerakan Orang Melalui Penerbangan Langsung dari Indonesia
* Konsulat Jenderal RI (KJRI) Jeddah, Akrab Saudi, menyelenggarakan kegiatan Pelayanan Terpadu (Yandu) di Madinah yang berlangsung pada 15-16 Oktober 2021. (Foto: KJRI Jeddah)

Obsessionnews.com – Konsulat Jenderal RI (KJRI) Jeddah, Akrab Saudi, menyelenggarakan kegiatan Pelayanan Terpadu (Yandu) di Madinah yang berlangsung pada 15-16 Oktober 2021. Yandu yang digelar untuk keempat kali di Madinah diawali dengan sosialiasi terkait perkembangan terbaru kebijakan Pemerintah Arab Saudi dan Pemerintah RI dalam  penanganan pandemi Covid-19 dan pembatasan kegiatan masyarakat.

Baca juga:

Setelah Dibeli Arab Saudi, Newcastle Bisa Hebat Jika Caplok Mourinho

Dibeli Arab Saudi, Newcastle Jadi Klub Terkaya di Dunia

Konsul Jenderal (Konjen) RI Jeddah Eko Hartono mengatakan, hingga saat ini Arab Saudi masih menerapkan pembatasan pergerakan atau perlintasan orang melalui penerbangan langsung dari Indonesia.

“Hanya warga negara asing dengan suntik dua dosis vaksin yang diakui Arab Saudi yang diperbolehkan kembali ke Arab Saudi,” ucap Eko dikutip dari siaran pers yang diterima obsessionnews.com, Minggu (17/10/2021).

Ia menambahkan, warga negara Indonesia (WNI) yang menggunakan vaksin asal China seperti Sinopharm dan Sinovac tetap harus mengambil suntik booster dengan salah satu jenis vaksin yang diakui Arab Saudi, yaitu Pfizer/BioNTech, Oxford/AstraZeneca, Johnson&Johnson dan Moderna.

“Kalau nggak, nanti (transit) empat belas hari di negara lain,” ujar Eko.

Ia menjelaskan, Indonesia menghadapi lonjakan kasus Covid-19 sangat parah pada Juli silam. Namun,  setelah pemerintah menerapkan kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) secara ketat, laju penyebaran bisa ditekan secara signifikan, sehingga Indonesia memperoleh pujian dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

“Seluruh Asia Tenggara sekarang kena. Pemerintah kita menginginkan capaian ini dipertahankan. Memang dampaknya kepada para WNI di luar negeri. Pemerintah memperketat aturan masuk dari negara lain, karena tidak ingin kejadian yang dulu terulang,” terangnya.

Pendatang dari luar negeri, lanjutnya, harus melalui dua pintu masuk, yaitu Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado, Provinsi Sulawesi Utara. Selain itu merekaharus melakukan karantina selama delapan hari.

Selain itu Eko juga mengajak seluruh peserta Yandu agar pandai membawa diri di negeri orang dengan menghormati peraturan yang berlaku di negara setempat.

“Sudah tahu itu melanggar aturan, masih ditabrak, coba-coba. Kita sebagai tamu perlu terus menjaga nama baik Indonesia,” tandasnya.

Mengakhiri sambutannya, Eko mengajak para peserta Yandu yang umumnya adalah Pekerja Migran Indonesia (PMI) agar menjadi PMI keren, yaitu melakukan lapor diri, memiliki perjanjian kerja yang masih berlaku dan memegang dokumen izin tinggal dan paspor sendiri.  PMI keren mengambil cuti pulang ke tanah air setelah masa kontrak kerja berakhir, menaati peraturan pemerintah setempat dan menjaga nama baik bangsa Indonesia. (red/arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.