Kamis, 29 September 22

APTR Desak Pemkab Beri Solusi Galian C

APTR Desak Pemkab Beri Solusi Galian C

Semarang, Obsessionnews – Penambangan Galian C yang masih berjalan di wilayah Kudus disikapi sini oleh Aliansi Peduli Tambang Rakyat (APTR) Kudus. Mereka mendesak pemerintah menyikapi aktivitas ‘penambangan liar’ itu secara bijak.

“Untuk menunjang aktivitas pembangunan, baik publik maupun perorangan, pasti butuh hasil tambang Galian C. Semua pihak harus mengakui itu,” kata koordinator APTR, Fathoni via telefon, Minggu (1/11/2015).

Hal itu disebabkan aktivitas tambang seringkali dijadikan sandaran dan mata pencaharian masyarakat sekitar. “Oleh karena itu, hemat saya, pemerintah tidak grusa-grusu (tergesa-gesa) menutup tambang takyat. Harus dipikirkan secara komprehensif,” ujarnya.

Meski begitu, ia mengaku beberapa lokasi tambang tidak sesuai Perda Rancangan Tata Ruang dan Wilayah (RTRW). Contohnya, sejumlah titik yang berbatasan Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara dan Desa Menawan, Kecamatan Gebog.

“Selama ini, penambangan itu menjadi sandaran hidup banyak orang. Kalau langsung ditutup, mau makan apa keluarga mereka nanti?” herannya.

Jika dilihat melalui Perda, terdapat empat lokasi yang masuk zona penambangan Galian C. Keempatnya adalah Desa Tanjungrejo dan Gondoharum di Kecamatan Jekulo, Desa Rejosari di Kecamatan Dawe, serta Desa Wonosoco di Kecamatan Undaan.

“Selain di empat zona itu, semua tambang praktis dilabeli liar atau ilegal,” sebutnya.

Sehingga, ia berharap walaupun wewenang perizinan tambang Galian C saat ini dimiliki pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten tetap harus punya solusi agar aktivitas tambang rakyat di luar zona tersebut tetap berjalan namun tidak melanggar aturan.

“Misalnya, difasilitasi dan dibina sehingga bisa beroperasi secara resmi dan dampak negatif bisa ditekan. Kalau pemerintah bijak, mereka pasti mendengarkan dan mengikuti,” katanya. (Yusuf IH)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.