Rabu, 25 Mei 22

Api Gunung Lawu dan Slamet Belum Padam

Api Gunung Lawu dan Slamet Belum Padam

Semarang, Obsessionnews – Kebakaran hutan yang melanda Gunung Slamet dan Gunung Lawu pada Senin (24/8/2015) dipastikan belum padam. Hal ini membuat tim gabungan kesulitan melakukan pemadaman api di ketinggian 2.400 hingga 2.700 mdpl.

“Kebakaran hutan seluas 50 hektar di petak 58 lereng Gunung Slamet terus bergerak ke arah tenggara. 5 titik api sudah berhasil dipadamkan, dan 20 titik api masih terbakar,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Sutopo Purwo Nugroho, dalam rilisnya, Rabu (26/8/2015).

Tim yang terdiri atas Badan Penanggulangan Bencana Daerah Banyumas, TNI, Polri, Dinas Kehutanan, relawan dan masyarakat masih berusaha memadamkan api. Lokasi yang sulit dijangkau, membuat mereka membutuhkan waktu 7-8 jam berjalan kaki.

Sutopo menyatakan, kendala utama pemadaman ialah medan berat, angin yang kencang serta cuaca kering. Bahkan perakaran tumbuhan disekitar lokasi ikut terbakar. Tim hanya bisa melakukan pemadaman secara manual yakni menutup api dengan tanah dan membuat sekat api.

Sebagai informasi, kebakaran di Gunung Lawu yang terletak di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur mulai terjadi sejak Minggu (23/8/2015). Kebakaran bermula dari sisi gunung di Desa Jogorogo Kabupaten Ngawi, Jawa Timur kemudian merembet ke Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

“Awalnya ada 6 titik api yang membakar semak belukar dan hutan di petak 63F dan 63G yang kemudian menyebar ke petak 63H dan 63U. Sebanyak 250 personil dikerahkan dari BPBD Karanganyar, Polri, TNI, Perhutani, relawan dan masyarakat,” ujarnya.

Pemadaman dipusatkan di KPH Lawu Utara. Namun api kembali mengarah ke wilayah Jawa Timur karena tertiup angin. Pemadaman juga dilakukan dari sisi timur oleh BPBD Magetan, TNI, Polhut, relawan dan masyarakat. Saat ini, api kembali meluas sampai petak 73 karena kondisi wilayah berupa tebing curam. (Yusuf IH)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.