Rabu, 25 November 20

Apakah Arwah Orang Mati Bisa Datangi Seseorang dalam Mimpi?

Apakah Arwah Orang Mati Bisa Datangi Seseorang dalam Mimpi?
* Ilustrasi arwah orang mati datangi mimpi. (Foto:Ist)

Oleh: Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah

Pertanyaan: Seberapa jauh kebenaran perkara ini wahai Syaikh. Apabila seseorang tidur dan dia memiliki kerabat yang sudah meninggal, setelah itu dia melihat dalam mimpi, kalau sebagian kerabat yang sudah mati tadi atau kedua orang tuanya mendatanginya di malam hari. Mereka bercerita bersama orang ini atau tidur bersamanya dalam waktu sebentar. Seberapa jauh kebenaran mimpi ini ?

Jawabannya adalah: mimpi seperti ini terkadang benar dan terkadang itu cuma bisikan-bisikan hati.

Karena seseorang itu terkadang hatinya berbisik dengan orang-orang yang sudah meninggal seolah-olah dia berbicara dengan mereka, berdialog dengan mereka, setelah itu ia melihat hal itu dalam mimpi. Dan ini banyak, yakni sering seseorang melihat di dalam mimpinya apa yang dia pikirkan ketika dia masih terjaga.

Dan terkadang mimpinya benar, karena terkadang seseorang itu melihat orang yang sudah meninggal di dalam mimpinya lalu dia berdialog dengannya nya.

Termasuk hal itu adalah apa yang terjadi pada Tsabit bin Qais bin Syammas radhiyallahu ‘anhu, tatkala dia meraih syahid di Yamamah.
Dan dia memakai baju besi, lalu ada seorang pasukan yang melewatinya kemudian dia mengambil baju besinya dan meletakkannya di pelana yg ada di bawah Burmah, yakni semacam panci, akan tetapi terbuat dari tembikar atau batu. Dan di sekelilingnya ada kuda berjalan.

Lalu ada seorang sahabat Tsabit yang melihat Tsabit dalam mimpi, dan mengabarkan dengan kabar ini. Tsabit mengatakan, sesungguhnya ada seorang melewati saya dan mengambil baju besi dan meletakkannya di bawah burmah di samping pasukan, di sekelilingnya ada kuda berjalan. Ketika pagi hari, sahabatnya tadi pergi ke tempat tersebut dan dia mendapati persis seperti apa yang dikatakan oleh Tsabit bin Qais (dalam mimpi).

Di sana ada beberapa kejadian yang disebutkan kepada kami, tentang bertemunya arwah orang hidup dan orang mati. Orang matinya menceritakan sesuatu yang betul terjadi.

Akan tetapi seandainya sang mayit bercerita kepada seseorang, ia memerintahkan perkara yang tidak halal secara syariat, atau memerintahkan perkara yang tidak mungkin terjadi, atau memerintahkan dengan perkara gaib yang akan datang, seperti mengatakan akan terjadi demikian dan demikian, maka ini tidak ada nilainya dan jangan dijadikan sandaran dan tidak boleh diterima. (*)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.