Selasa, 21 September 21

Apa Saja Kemeriahan Agro Expo Banyuwangi?

Apa Saja Kemeriahan Agro Expo Banyuwangi?
* Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas meninjau Agro Expo.

Jakarta, Obsessionnews.com – Perhelatan Agro Expo yang diselenggarakan oleh Pemkab Banyuwangi mulai dibuka pada Sabtu (13/5/2017) di tengah kota di areal pertanian seluas 9 hektar. Ini menjadi pemandangan yang unik karena biasanya Agro Expo diadakan di Gedung atau tempat pameran.

Banyak hak yang akan ditampilkan dalam Agro Expo ini, diantaranya menyajikan beragam komoditas tanaman yang baru mulai tumbuh sampai ada yang memasuki tahap panen. Disertai dengan beberapa penjelasan materi seputar tentang dunia pertanian.

Kemeriahan Agro Expo ini sudah terlihat sejak pintu masuk, masyarakat dan wisatawan langsung disuguhkan hamparan lahan aneka ragam karya pertanian. Dihiasi berbagai ornamen dari bambu, pengunjung bisa melintasi jembatan bambu maupun menikmati pemandangan dari ruang tinggi yang telah disediakan panitia.

Para pengunjung bisa melihat aneka hortikultura, dan merasakan sensasi memetiknya langsung, mulai dari cabai merah, cabai kecil, tomat, selada, labu, kangkung, dan gambas. Ada pula tanaman pangan seperti padi organik, jagung, kedelai, dan berbagai jenis umbi. Produk perkebunan pun ditampilkan, seperti tebu dan tembakau. Tak lupa produk peternakan, seperti susu segar, daging ayam organik, daging sapi, dan telur organik.

“Juga ada hamparan padi yang berwarna hitam dan jagung pelangi yang akan disiapkan menjadi ikon baru agrowisataBanyuwangi,” ujar Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas dalam keterangan tertulisnya.

Anas mengatakan, Agro Expo inj sekaligus bisa mengetahui kemampuan para petani Banyuwangi dalam mengelola lahan dan tanamanya. Ia menyebut banyak hal yang bisa dilakukan oleh petani dalam mengusir hama melalui cara-cara tradisional. Misalnya di sekitar lahan, ditanami tanaman hias seperti bunga matahari.

“Ini merupakan teknik pertanian lama. Untuk melindungi sawahnya dari hama, petani menanam bunga seperti bunga matahari. Ternyata, apa yang dilakukan jaman dulu itu terbukti dengan teori, ini agar hama tidak menyerah areal persawahan, tapi menyerang bunga-bunga itu. Teknik itu seperti pengalihan hama,” kata Anas.

Bupati Anas memaparkan, Agro Expo ini akan menjadi ruang bagi petani dan pegiat pertanian untuk menampilkan produk andalannya. Sekaligus ini mengajak publik agar tidak ragu bisnis pertanian. Sebab, biasanya di era modern ini dunia pertanian mulai banyak ditinggalkan oleh kaum muda.

“Selama ini anak muda gengsi mau jadi petani, padahal jika diseriusi dan dikemas baik, pendapatannya tidak kalah dari pekerja kantoran. Kalau di kantoran kan gayanya saja rapi dan berdasi, tapi belum tentu pendapatannya lebih besar dari anak muda yang garap bisnis pertanian, baik terkait tanaman maupun budidaya perikanan,” papar Anas.

Menurut Anas, Agro Expo ini akan jadi sarana efektif untuk mengedukasi publik. Selain berwisata, masyarakat dikenalkan berbagai produk tanaman. Pengunjung juga bisa langsung berkonsultasi ke tim yang sudah disiapkan.

“Misalnya mau bikin kebun di pekarangan rumahnya, bisa langsung konsultasi. Mau ternak lele, tanam padi, kembangkan jeruk atau buah naga, bisa langsung tanya. Mau ternak burung puyuh, bisa langsung tanya teknis dan keuntungannya. Termasuk kalau mau memeriksakan hewan peliharaan, kita siapkan dokter hewan,” kata Anas. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.