Sabtu, 8 Oktober 22

Apa Jadinya Kalau Subsidi Listrik Dicabut ?

Apa Jadinya Kalau Subsidi Listrik Dicabut ?

Jakarta, Obsessionnews – Hingga akhir semester I tahun 2015, jumlah pelanggan PT PLN mencapai 59,5 juta. Angka ini, bertambah 6,82% ketimbang periode sama tahun lalu yang sebanyak 55,7 juta. Total pendapatan perusahaan setrum ini sendiri, naik Rp 15,5 triliun atau naik 18,1% dari tahun lampau.

Pertumbuhan pendapatan tadi, berasal dari kenaikan volume penjualan dari 97,6 terra watt hour (TWh) menjadi 99,4 TWh.

Meski pendapatan tercatat meningkat, pemerintah berencana mendongkrak tarif listrik. Sementara subsidi, cuma bakal diberikan pada masyarakat pemegang kartu miskin yang jumlahnya sebanyak 24,7 juta keluarga.

Sementara itu, saat ini masih ada 48 juta pelanggan PLN yang tercatat sebagai pengguna setrum berdaya 450 ampere dan 900 amper. Dan ini artinya, mereka masuk ke dalam golongan masyarakat kecil.

Jika Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan beranggapan bahwa masyarakat miskin cuma sebanyak 24,7 juta keluarga, berarti ada sekitar 23 juta keluarga miskin yang tidak tercatat dan bakal merasakan akibat dari pencabutan subsidi listrik.

Kuat diprediksi, kalau rencana tersebut bakal dilaksanakan pada 2016 mendatang, jumlah warga miskin di Indonesia bakal meningkat. Sebab sebelum ini, masyarakat sudah dibebani dengan dicabutnya suibsidi bahan bakar minyak (bbm) yang berdampak pada meroketnya harga komoditas pokok serta transportasi.

Tulus Abadi dari Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai bahwa dicabutnya subsidi listrik hanya kedok untuk menyerahkan soal tarif pada mekanisme pasar. Dan ini, merupakan aksi neo liberalisme yang berujung pada dijualnya perusahaan setrum negara kepada pihak swasta.

Agar beban masyarakat tak kelewat berat, DPR RI pada pembahasan Rancangan Anggaran dan Pendapatan Negara (RAPBN) 2016 beberapa waktu lalu sempat menyodorkan angka subsidi sebesar Rp 50 triliun. Namun, pemerintah cuma menginginkan Rp 38,8 triliun saja.

Sekertaris Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Jatmiko mengatakan, dengan pencabutan subsidi 24,7 juta pelanggan PLN, duit negara yang bisa dihemat mencapai Rp 28 triliun. Tapi, Ramson Siagian, anggota Komis 7 DPR RI dari Fraksi Gerindra menyatakan, dalam keinginan pemerintah menggelontorkan dana subsidi sebesar Rp 38,8 triliun, tidak ada catatan bahwa subsidi bakal dicabut terutama untuk listrik.

Badan Pusat Statistik (BPS) melansir data, pada September 2014 lalu ada 27,73 juta jiwa rakyat miskin. Dan kepala BPS Suryamin menilai, angka ini bakal melonjak di awal tahun 2015 setelah pemerintah mendongkrak naik harga jual eceran bbm.

Jadi, kalau tarif listrik benar-benar dicabut, bisa ditebak akibatnya nanti. (Mahbub Junaidi)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.