Selasa, 14 Juli 20

Apa di Balik Alasan Pendiri WhatsApp Mundur?

Apa di Balik Alasan Pendiri WhatsApp Mundur?
* Pendiri WhatsApp Jan Koum.

Obsessionnews.com – Kabar mengejutkan pendiri aplikasi WhatsApp Jan Koum menyatakan mundur dari jabatannya sebagai CEO. Kabar ini mengejutkan karena Koum mundur di saat WhatsApp kini tumbuh menjadi perusahaan pesan instan terbesar di dunia dengan jumlah pengguna aktif sebanyak 1,5 miliar.

Dalam membangun bisnisnya itu, Koum memang tidak sendirian. Ia dibantu oleh rekannya, Brian Acto. Keduanya mendirikan perusahaan WhatsApp Inc pada Februari 2009 di California, awalnya sebagai penyedia layanan update status di ponsel, sebelum kemudian berubah menjadi pesan instan.

Seiring berjalannya waktu, WhatsApp kemudian dibeli oleh Facebook dengan nilai 19 miliar dollar AS atau lebih dari Rp 200 triliun pada 2014 lalu. Apakah pembelian WhatsApp atas Facebook juga menjadi bagian persoalan penting yang menyebabkan Koum mundur dari jabatannya?

Ada dugaan hengkangnya sang pendiri aplikasi pesan instan terpopuler sejagat ini disinyalir berkaitan dengan konflik soal kebijakan privasi pengguna antara WhastApp dan induk semangnya, Facebook.

Meski sejak awal Koum dan Acton mendirikan WhatsApp dengan fokus terhadap privasi pengguna dan menolak kehadiran iklan. Koum pun berjani akuisisi oleh Facebook tak bakal berdampak pada prinsip WhatsApp. Namun tampak ia yakin itu tidak bisa.

“Anda masih bisa yakin bahwa tak akan ada iklan sama sekali yang menganggu komunikasi,” sebut Koum, pasca akuisisi oleh Facebook.

Kebijakan itu diteruskan oleh Facebook sehingga WhatsApp hingga kini tidak menampilkan iklan. Tapi, lambat laun Facebook menekan WhatsApp untuk mulai menghasilkan uang. Persoalan ini yang kemudian dianggap oleh Koum sebagi sesuai yang prinsipil.

Salah satu langkahnya dilakukan pada 2016, saat WhatsApp mengumumkan bakal memberikan nomor-nomor telepon penggunanya ke Facebook, untuk keperluan targeting iklan. Hal ini berujung pada denda  sebesar 122 juta dollar AS dari regulator di Uni Eropa.

Lalu, untuk pengembangan WhatsApp Business, Facebook disinyalir meminta WhatsApp menurunkan tingkat enkripsiend-to-end agar lebih mudah dipakai menerapkan aneka tools bisnis.

Padahal, enkripsi ini adalah fitur privasi andalan WhatsApp agar data pengguna tak bisa diintip oleh siapa pun, termasuk WhastApp dan Facebook sendiri. Terakhir datanglah skandal Cambridge Analytica (CA). 

Koum dikabarkan sudah berencana meninggalkan Facebook sejak setahun lalu. Acton yang lebih dulu hengkang, kini berbalik menentang raksasa media sosial tersebut dengan terang-terangan mendukung gerakan #DeleteFacebook.

Lantas apa yang akan dilakukan Koum setelah mundur? Dia menyebut bakal menyibukkan diri dengan melakukan hal-hal yang dia senangi, di luar dunia teknologi.

“Misalnya, mengoleksi mobil Porsche berpendingin udara yang langka, mengoprek mobil-mobil saya, dan bermainultimate frisbee,” tulisnya. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.