Rabu, 27 Oktober 21

Anton Medan Malu Umat Islam Memusuhi Ahok

Anton Medan Malu Umat Islam Memusuhi Ahok
* Anton Medan. (Foto: Popi Rahim/Obsessionnews.com)

Jakarta, Obsessionnews – Perjalanan hidupnya penuh warna. Di masa lalu Anton Medan dikenal sebagai bandar judi dan perampok. Akibat perbuatannya tersebut dia pernah menghuni hotel prodeo. (Baca: Anton Medan Tunggu Telepon Eggi Jika Berani Tangkap Ahok)

Tapi, tak selamanya seseorang hidup dalam kegelapan. Demikian juga dengan Anton. Pada 1992 ia insyaf dan mendapat hidayah dengan memeluk agama Islam. Sejak menjadi muslim pria keturunan China yang terlahir dengan nama Tan Hok Liang ini aktif dalam kegiatan mensyiarkan Islam. Anton mendirikan Masjid Jami’ Tan Hok Liang di areal Pondok Pesantren At-Ta’ibin, Pondok Rajeg, Cibinong. Selain itu ia pun laris sebagai mubaligh. (Baca: Anton Medan: Wajib Ahok Usir Warga Rusun Tak Jelas)

Lelaki kelahiran Tebing Tinggi, Sumatera Utara, 10 Oktober 1957, ini anggota tim sukses Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) pada Pilpres 2014. Anton ikut andil memenangkan Jokowi-JK dalam perhelatan akbar tersebut.

Ketua Umum Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) ini pendukung Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Anton siap pasang badan untuk Ahok. Termasuk yang terbaru Anton siap melawan pengacara Eggi Sudjana. Eggi mengancam akan mengerahkan ribuan massa untuk menangkap Ahok terkait kasus korupsi Rumah Sakit Sumber Waras yang diduga melibatkan Ahok pada Rabu (28/10/2015). (Baca: Ribuan Massa Akan Tangkap Ahok Besok Pagi?)

Anton mengatakan siap mendampingi Eggi Sudjana untuk menangkap Ahok jika benar-benar Ahok melakukan perbuatan korupsi seperti yang dituduhkan Eggi. (Baca: Jutaan Pendukung Ahok Siap Lawan Eggi Sudjana)

“Saya tunggu telepon Eggi, jika beliau tidak ada yang mendampingi melapor di Polda,” tantang Anton saat dihubungi Obsessionnews, Rabu (28/10). (Baca: Eggi Sudjana Ancam Tangkap Ahok, Ahok: Silakan!)

Anton memastikan akan membantu Eggi, seandainya ditemukan unsur korupsi yang dilakukan oleh Ahok. Ancaman Eggi ternyata hanya omong kosong. Buktinya Eggi dan ribuan massa tidak datang ke Balai Kota DKI Jakarta untuk menangkap Ahok. (Baca: Inilah Sosok Ahok di Mata Mereka)

Di mata Anton sosok Ahok tidak seperti yang dituduhkan Eggi. “Ahok nggak sejelek itu,” ujarnya.

Anton menilai Ahok mempunyai niat baik untuk membangun Jakarta menjadi lebih baik. Jakarta di bawah kepemimpinan Ahok sudah banyak yang berubah. Ahok berani menyikat para koruptor, merelokasi warga di bantaran kali ke rusunawa, menyelenggarakan sekolah dan pengobatan gratis, dan lain sebagainya.

“Orang baik itu banyak musuhnya. Apa kita mau republik ini amburadul? Nggak usah bicara agama. Kita bicara pembangunan bangsa, dan apa salah Ahok? Dia tidak melanggar konstitusi. Lalu apa karena dia China dan Kristen kita membenci? Islam tidak seperti itu,” katanya.

Anton merasa malu kalau umat Islam membenci Ahok. “Padahal Islam itu membebaskan diri dari rasa benci dan diskriminasi,” tandas Anton yang mengenal Ahok sejak 2011.

Dia mendukung Ahok yang akan maju dalam Pilkada DKI 2017 lewat jalur independen. Untuk dapat mengikuti Pilkada persyaratan yang harus dipenuhi Ahok adalah mendapat dukungan sejuta KTP. Sejak Juni 2015 para relawan yang tergabung dalam ‘Teman Ahok’ bergerilya mengumpulkan KTP. Anton ikut aktif membantu ‘Teman Ahok’ menggalang KTP. (Baca: Ahok Rangkul Cewek Cantik Sebagai Wakilnya)

Dan hebatnya perolehan KTP pada 4 Oktober 2015 mencapai 263.228 KTP, mengungguli perolehan suara lima partai pada Pemilu 2014 di DKI Jakarta , yakni PKB 260.159 suara, Nasdem 206.117 suara, PAN 172.784 suara, PBB 60.759 suara, dan PKPI 42.217 suara. (Baca: Ungguli 5 Partai, Ahok Akan Balap 3 Partai)

Setelah itu ‘Teman Ahok’ dalam waktu dekat menargetkan membalap perolehan suara tiga partai lainnya, yakni Hanura, Partai Demokrat, dan Golkar. Pada Pemilu 2014 Hanura mendapat 357.007 suara, Partai Demokrat 360.929 suara, dan Golkar 376.221 suara. Hingga Jumat (30/10) ‘Teman Ahok’ telah mengumpulkan 355.567 KTP.

Target berikutnya adalah melompati perolehan suara PKS, PPP, Gerindra, dan PDI-P. Pada Pemilu 2014 perolehan keempat partai itu di bawah sejuta suara. ‘Teman Ahok’ menargetkan sejuta KTP terealisir pada Juni 2016. Apabila target sejuta KTP tercapai pada 2016, berarti Ahok mengalahkan perolehan suara partai-partai peserta Pemilu 2014 tersebut. (Arif RH)

Related posts

1 Comment

  1. muherman harun

    Kawan-kawan, Tidak semua orang Muslim membenci AHOK seperti diuraikan di sini:
    Ada Gerakan “ SAYA MUSLIM, SAYA DUKUNG AHOK!” dan Muslim Pendukung Ahok (MPA): “GUA MUSLIM, TAPI GUA DUKUNG AHOK. HIDUP AHOK!” Gerakan lainnya bernama: “MASYARAKAT INDONESIA DUKUNG AHOK!”.
    Jaringan Islam Liberal (JIL): “UMAT ISLAM DUKUNG AHOK!”.
    Survei SMRC: “AHOK DIDUKUNG MAYORITAS ISLAM!”
    Ormas Ahlul Bait Indonesia (ABI), Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan Muhammadiyah mendukung AHOK.
    Imam Besar Masjid Istiqlal Ali Musthafa Ya’qub, ahli bidang syariah dan ilmu hadist lulusan Universitas King Saud, menyayangkan bila “FPI mencaci maki Ahok dengan kata-kata yang tak pantas. Itu dilarang menurut hukum agama! Jangan sampai FPI justru menodai kesantunan umat Islam!”
    Tokoh Islam Indonesia terkemuka pendukung AHOK a.l.:
    1. PROF DR AZYUMARDI AZRA Guru Besar dan Rektor Universitas Islam Negeri (UIN), cendekia dan pemikir kontemporer ISLAM PEMBAHARU.
    2. PROF DR AHMAD SYAFII MA’ARIF (BUYA), Mantan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah
    3. NUSRON WAHID, mantan Ketum GP ANSOR dan Ketum PB NAHDLATUL ULAMA (NU) .
    Ada tokoh Indonesia yang menolak AHOK seperti Prabowo (ketua partai GERINDRA) dan Amin Rais (mantan Ketua PAN, mantan ketua MPR). Alasan: bahasa AHOK keras dan kasar tak sopan dan kurang etika. Mereka ‘lupa’ bahwa wakil partai mereka yang suka bicara sopan santun terbukti telah terlibat korupsi!
    Yang mana lebih baik, pemimpin yang bicara keras, kasar dan tak sopan, tetapi pasti pantang (dan pemberantas) korupsi, atau di lain fihak, pemimpin yang selalu bicara sopan santun beretika, tetapi tak mampu menampik godaan korupsi ?
    Untuk keberaniannya dan tegas, pejuang anti-korupsi, AHOK dianugerahi GUS DUR AWARDS tahun 2016.

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.