Kamis, 27 Januari 22

Anton Medan Kaji Dua Hal Tunggangi Kasus Ahok

Anton Medan Kaji Dua Hal Tunggangi Kasus Ahok
* Anton Medan.

Jakarta, Obsessionnews.com – Gubernur DKI Jakarta non aktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tersandung kasus hukum. Akibat ucapannya yang dinilai menghina agama Islam, ia terancam di bui.

Tokoh masyarakat Anton Medan menilai dalam memahami kasus Ahok, ada dua hal yang melatarbelakangi hingga kasus Ahok meledak dahsyat yaitu prasangka buruk dan kebencian.

“Ironis, karena kedua-duanya, baik prasangka buruk maupun kebencian, tidak dianjurkan di dalam Islam,” kata Anton Medan dalam keterangan tertulis yang diterima Obsessionnews.com, Kamis (10/11/2016).

Hal tersebut terjadi karena orang-orang tertentu telah gagal memahami.

Gagal memahami apa? Pria yang disapa Bang Anton ini menjelaskan, yakni memahami diri sendiri dan gagal memahami orang lain, serta gagal memahami substansi persoalan.

“Maka saya katakan, marilah introspeksi. Tidak ada yang terlambat untuk menjadi lebih proporsional dalam bersikap. Renungkanlah dengan sedalam-dalam perenungan, demi kemuliaan Islam,” ajak Anton.

Menurutnya, pelanggaran norma etika setelah dilakukan peneguran, lalu yang bersangkutan minta maaf, selesailah persoalan dalam kehangatan saling memahami. Kemuliaanlah yang merebak bila berlangsung situasi seperti ini.

Namun, bila dipaksakan masuk kasus pidana, nantinya menjadi banyak spekulasi yang timbul dari persoalan ini.

“Malah pada sisi lain ini akan menguntungkan Ahok, karena dia punya kesempatan untuk menepis prasangka buruk,” papar Anton yang juga Ketua Umum Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI).

Prasangka buruk dapat ditepis melalui ranah hukum, ketika polisi melakukan penyelidikan terkait motif, niat, dan sebagainya.

Ahok bisa saja menepis prasangka buruk, tetapi hampir-hampir tidak mungkin dia mampu memangkas kebencian.

“Kebencian itu berada di dalam diri sendiri orang yang dilanda kebencian,” jelas Anton Medan.

Tapi lalu, kenapa harus membiarkan diri sendiri dilanda kebencian?

Anton Medan mengingatkan, jadilah orang yang merdeka, bebas dari pengaruh orang-orang yang membangun kebencian pada dirinya.

Muliakanlah Islam dengan filosofi pengasih dan penyayang, lanjutnya.

“Kebencian tidak akan bisa menegakkan kebenaran. Kebencian tidak akan bisa menegakkan keadilan yang kalian inginkan. Kebencian hanya bisa menyakiti diri sendiri,” tegas Anton Medan. (Popi Rahim)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.