Sabtu, 2 Juli 22

Antara Makar dan Mikir Politik Terkini

Antara Makar dan Mikir Politik Terkini

Oleh: Arief Poyuono (Waketum Partai Gerindra)

 

Tuduhan akan adanya MAKAR oleh pemerintah Joko Widodo terhadap para Aktivis 212 dan Altivis aksi umat Islam 313 oleh Kapolri, dan diperkuat dengan wawancara Allan Nairn yang mengatakan akan ada kudeta terhadap Presiden Joko Widodo, dalam aksi Bela Islam untuk mendesak pemerintah agar menegakkan hukum dan keadilan terhadap Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) si terdakwa penista agama.

Akhirnya, sekarang kita MIKIR: masa’ iya keadaan ekonomi nasional tidak krisis, kehidupan ekonomi masyarakat relatif stabil walau sedikit agak menurun daya beli masyarakat, serta indeks Saham IHSG di bursa terus meroket walau nilai kurs US dollar juga ikut meroket di level Rp13.000 mantap, masa’ sih keadaan ini bisa memaksa umat Islam untuk MAKAR hingga mau kudeta pak Joko Widodo?

Belajar dari Soeharto yang dilengserkan tahun 1998 dan Sukarno tahun 1967 saja akibat ekonomi nasional carut marut alias krisis ekonomi. Nah, kita mulai MIKIR nih, Kapolri ngotot bahwa ada dugaan akan terjadi MAKAR dalam aksi aksi Bela Islam. Sedangkan Panglima TNI yang sebenarnya lebih punya domain Politik dan Keamanan serta bisa mengambil-alih kekuasaan jika ada MAKAR malah mengatakan tidak ada itu MAKAR.

Nah, kita MIKIR lagi nih, ketika Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal Polisi Budi Gunawan (BG) angkat bicara soal adanya dugaan upaya makar oleh sejumlah pihak terhadap pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Menurut BG, lembaganya tidak secara langsung terlibat dalam penanganan kasus makar yang kini tengah diusut oleh Kepolisian. Kata Kepala BIN, kalau yang kita pantau itu kan masalah kerawanan.

Wah, kita harus MIKIR lagi, masa’ iya sih Badan Intelejen yang harusnya lebih punya data data yang A1 dan Valid dalam masalah Politik dan Keamanan Negara, kok tidak memperkuat akan adanya MAKAR di saat aksi-aksi Bela Islam yang berkaitan dengan kasus Ahok ya. Bukannya kalau kita MIKIR, info-info A1 kalau akan adanya MAKAR pasti diinformasikan ke Pak Joko Widodo lho selaku Presiden RI.

Nah, kalau sudah dua institusi yang punya senjata dan bersentuhan dengan Keamanan dan Politik, tapi bersebrangan pendapatnya tentang MAKAR, saya rasa Pak Joko Widodo harus segera turun tangan untuk bisa memanggil Kapolri dan Panglima TNI serta Kepala BIN segera agar jangan masyarakat pada MIKIR yang nggak karuan dan was-was kalau kalau sebenarnya dalam pemerintah Pak Joko Widodo ini ada persaingan antara Kapolri dan Panglima TNI yang kadung di tuduh Allan Nairn mendukung akan adanya potensi MAKAR saat aksi aksi masalah Ahok.

Nah, saya sarankan pak Joko Widodo harus bisa MIKIR, siapa Kawan dan siapa Lawan dalam pemerintahannya. Jangan sampai terjebak dan terpengaruh akan adanya MAKAR yang tujuannya kudeta pak Joko Widodo, sebab belum ada satu pun campuran larutan Kimia Sosial Politik yang pas dan bisa menyebabkan Pak Joko Widodo memang layak dilengserkan apalagi PARLEMEN dikuasai pak Joko Widodo ya. (***)

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.