Senin, 20 September 21

Antara Karangan Bunga dan Tasyakuran Warga

Antara Karangan Bunga dan Tasyakuran Warga

Oleh: Rinaldi Munir, Dosen Teknik Informatika ITB

 

Ini masih tentang Pilkada DKI yang menjadi perhatian seluruh bangsa Indonesia, bahkan dunia. Pilkada sudah berlalu, pihak yang kalah dan yang menang sudah sama-sama kita ketahui. Sangat menarik mengamati bagaimana pendukung Anies dan Ahok merepsons kemenangan dan kekalahan pemimpin yang didukungnya.

Karangan bunga dari pendukung Ahok memenuhi halaman Balai Kota Jakarta. (Foto: kompas.com)

Meskipun Ahok kalah dalam Pilkada ini, namun para pendukungnya masih menaruh “cinta” yang mendalam kepadanya. Pendukung Ahok mengirim karangan bunga yang luar biasa banyaknya sebagai ungkapan tanda cinta dan terimakasih kepada Ahok dan Djarot yang sebentar lagi lengser. Say with flower, katakanlah dengan bunga, begitu kata sebuah peribahasa.

Bagaimana dengan pendukung Anies? Pendukung Anies yang kebanyakan golongan menengah ke bawah memang tidak mengirim karangan bunga kepada Anies-Sandi, tetapi mereka cukup mengadakan tasyakuran berupa makan sedaun pisang bersama di sepanjang gang pemukiman. Sederhana dan bersahaja namun dapat menimbulkan ikatan persaudaraan.

Warga RW 06 Kramatjati mengadakan tasayakuran berupa makan bersama untuk kemenangan Anies-Sandi. (Sumber foto)

Sebagai warga Indonesia, kita tidak perlu nyinyir menyikapi kedua peristiwa di atas. Biarlah pendukung kedua kubu mengungkapkan caranya masing-masing menerima kekalahan dan kemenangan orang yang didukungnya. Karena, itulah dua ungkapan berbeda namun sarat makna. (***)

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.