Selasa, 30 November 21

Anjloknya Ekonomi Cina Perburuk Pasar di Asia

Anjloknya Ekonomi Cina Perburuk Pasar di Asia

Jakarta, Obsessionnews – Seiring memburuknya kondisi pasar saham di kawasan Asia, tekanan jual mendominasi perdagangan Senin (27/7) kemarin. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pun, ditutup terkoreksi 85,310 poin atau turun 1,7% di 471,285.

Posisi tersebut, merupakan yang terrendah sejak 11 April 2014 silam. Sedangkan sepanjang tahun ini, IHSG telah terkoreksi 8,7% (YTD) serta mengkonfirmasi kalau tren bearish sedang berlangsung.

Dari sisi eksternal, berdasar riset Firs Asia Capital, kekhawatiran pasar meningkat terhadap prospek pertumbuhan ekonomi global yang saat ini tengah melambat. Fokus utamanya, kepada Cina.

Indikator perekonomian China yang keluar akhir pekan lalu, seperti indeks Markit Flash Manufacturing PMI Juni, turun ke 48,2 di bawah ekspektasi 49,8 serta mengindikasikan terjadinya kontraksi. Laba perusahaan industri China pada bulan yang sama, juga turun 0,3% (year on year) setelah Mei lalu naik 0,6% (year on year). Hal ini pun ikut menambah buruk sentimen pasar terhadap perekonomian China yang berhasil menjatuhkan Indeks saham China lebih dari 8% pada perdagangan kemarin.

Sentimen buruk atas Cina ini pun menambah tekanan atas harga sejumlah komoditas yang sebelumnya dipicu penguatan dollar Amerika Serikat (AS), plus ekspektasi kenaikan tingkat bunga The Federal Reserve.

Sementara itu, dari sisi internal, sentimen pasar digerakkan isu individual terkait pengumuman laba pada kuartal dua. Diperkirakan, dalam waktu dekat emiten sektoral bakal segera keluar.

Nilai tukar rupiah atas dolar AS yang terus melemah juga punya andil memicu anjloknya kinerja emiten sektoral tahun ini. Pada perdagangan kemarin, arus dana asing yang keluar dari pasar tercermin dari nilai penjualan bersih mencapai Rp 576,54 miliar. Pasar saham global pun terkena imbas kekacauan yang terjadi di Cina.

Indeks Eurostoxx di zona euro tadi malam juga ikut anjlok 2,41% ke posisi 3513,10. Di wall street, indeks DJIA serta S&P juga runtuh masing-masing 0,73% dan 0,58% dan ditutup di 17440,53 dan 2067,64.

Pasar, masih dikhawatirkan dengan perkembangan buruk di Cina dan anjloknya harga komoditas. Ekpektasi kenaikan tingkat bunga The Fed menjelang akhir tahun, turut menekan pasar menyusul dimulainya pertemuan Selasa (28/7). Kondisi pasar global dan kawasan yang kurang bersahabat tersebut, diperkirakan akan cenderung menekan pasar pada perdagangan hari ini.

Dari internal, sentimen individual terkait rilis laba kuartal dua emiten akan ikut mempengaruhi sentimen perdagangan hari ini. IHSG diperkirakan bergerak dengan support di 4745 dan resisten di 4830 cenderung melanjutkan koreksi.(Mahbub Junaidi)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.