Selasa, 7 Desember 21

Anies Harus Prioritaskan Hentikan Reklamasi Teluk Jakarta

Anies Harus Prioritaskan Hentikan Reklamasi Teluk Jakarta
* Pengamat politik Global Future Institute (GFI) Hendrajit.

Jakarta, Obsessionnews.com – Pengamat politik Global Future Institute (GFI) Hendrajit mengingatkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk memprioritaskan menghentikan reklamasi Teluk Jakarta.  Anies dituntut menghentikan reklamasi Teluk Jakarta seperti janjinya dalam kampanye Pilkada DKI 2017.

“Justru reklamasi Teluk Jakarta  inilah ujian buat Anies yang sesungguhnya. Apakah cocok antara kata dan perbuatan,” kata Hendrajit ketika dihubungi Obsessionnews.com, Kamis (19/10/2017).

Anies, lanjutnya, perlu mendapat pengawalan dari publik dalam menghadapi Menko Maritim  Luhut Binsar Pandjaitan yang mendukung reklamasi Teluk Jakarta.

Proyek reklamasi Teluk Jakarta dilaksanakan di era kepemimpinan Gubernur DKI Basuki Tajahaja Purnama (Ahok) yang didukung pemerintah pusat.

Anies-Sandi Dilantik Oleh Jokowi

Anies-Sandi dilantik oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI periode 2017-2022 di Istana Negara, Jakarta, Senin (16/10/2017) sore.

Anies-Sandi
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan wakilnya, Sandiaga Uno.

Anies-Sandi tampil sebagai jawara pada Pilkada DKI Jakarta 2017 putaran kedua yang dihelat Rabu (19/4). Anies-Sandi unggul di semua wilayah dengan meraih suara 57,96%. Mereka mengalahkan Gubernur dan Wakil Gubernur petahana DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat yang meraup suara 42,04%.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI mengesahkan hasil rekapitulasi penghitungan suara tingkat provinsi dalam rapat pleno di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Minggu (30/4) dini hari.

Ketua KPU DKI Sumarno mengatakan, Ahok-Djarot yang bernomor urut dua memperoleh 2.350.366 suara, sedangkan Anies-Sandi yang bernomor urut tiga mendapat 3.240.987 suara dengan total suara sah 5.591.353.

Rincian suara tersebut adalah di Kepulauan Seribu AhokDjarot memperoleh 5.391 suara (38%), sedangkan Anies-Sandi memperoleh 8.796 suara (62%) dengan total 14.187 suara sah.

Di Jakarta Utara, Ahok– Djarot mendapat 418.068 suara (47%), sedangkan Anies-Sandi mendapat 466.340 suara atau 52% dengan total 884.408 suara sah.

Di Jakarta Pusat, Ahok– Djarot meraih 243.416 suara (42%), sedangkan Anies-Sandimeraih 333.033 suara (57%) dengan total 576.449 suara sah.

Di Jakarta Barat, Ahok– Djarot meraup 611.759 suara (47%), sedangkan Anies-Sandi meraup 684.980 suara (52%) dengan total 1.296.739 suara sah.

Di Jakarta Timur, Ahok-Djarot menggondol 612.093 suara (38%), sedangkan Anies-Sandi menggondol 993.174 suara (61%) dengan total 1.605.266 suara sah.

Di Jakarta Selatan, Ahok-Djarot mendapat 459.639 suara, sedangkan Anies-Sandi memeroleh 754.665 suara atau (62%) dengan total 1.214.304 suara sah.

Ahok-Djarot diusung PDI-P, Golkar, Nasdem, dan Hanura sebagai calon gubernur pada Pilkada DKI 2017. Ahok-Djarot bersaing dengan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno. Agus-Sylvi diusung Partai Demokrat, PPP, PAN, dan PKB. Sedangkan Anies-Sandi diusung Gerindra dan PKS.

Agus-Sylvi mendapat nomor urut 1, Ahok-Djarot memperoleh nomor urut dua, dan Anies-Sandi mendapat nomor urut 3.

Pemungutan suara dilakukan pada 15 Februari 2017. Kubu Ahok-Djarot menargetkan menang satu putaran. Tetapi, kenyataan tak semanis harapan.

KPU DKI  Senin (27/2) mengumumkan hasil rekapitulasi penghitungan suara, yakni Agus-Sylvi memperoleh  937.955 suara atau 17,05%, Ahok-Djarot mendapat 2.364.577 (42,99%) dan Anies-Sandi  memperoleh  2.197.333 ( 39,95%).

Ketiga pasangan calon (paslon) tidak ada yang memperoleh suara lebih dari 50 persen sebagai persyaratan untuk ditetapkan sebagai gubernur dan wagub sebagaimana ditetapkan dalam UU 29/2007 tentang Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta. Untuk itu pada rapat pleno Sabtu (4/3) KPU DKI memutuskan Ahok-Djarot dan Anies-Sandi maju di putaran kedua pada Rabu (19/4). (arh)

 

Baca Juga:

Hashtag #SayaPribumi Bela Anies

Pengamat Politik NSEAS: Anies Berani Hentikan Reklamasi Teluk Jakarta

Desmond: Anies Juga Bukan Pribumi

JK: Sebut Kata Pribumi, Anies Tak Salah!

Anies Baswedan Klarifikasi Soal Kata “Pribumi”

Ahoker Mulai Membully Anies

Netizen Ramaikan #SelamatBekerjaAniesSandi di Twitter

Pidato Anies Baswedan, Luhut Panjaitan dan Nasib Reklamasi

Dilantik Presiden, Anies-Sandi Resmi Pimpin DKI

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.