Selasa, 7 Desember 21

Anies Baswedan Klarifikasi Soal Kata “Pribumi”

Anies Baswedan Klarifikasi Soal Kata “Pribumi”
* Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (Foto: Obsessionnews/Popi)

Jakarta, Obsessionnews.com – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengklarifikasi makna kata “pribumi” dalam pidatonya pada Senin (16/10) malam. Cuma gara-gara pidato yang menyebutkan kata pribumi itu langsung menuai perdebatan di dunia maya. Anies menjelaskan bahwa kata “pribumi” tersebut digunakan untuk era kolonialisme.

“Karena saya menulisnya pada era penjajahan dulu, karena Jakarta kota yang paling merasakan. Orang Jakarta tahu Belanda secara dekat, pokoknya itu digunakan untuk menjelaskan era kolonial Belanda,” ucap Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (17/10/2017).

Berikut petikan bunyi pidato Anies :

Jakarta ini satu dari sedikit kota di Indonesia yang merasakan kolonialisme dari dekat, penjajahan di depan mata, selama ratusan tahun. Di tempat lain mungkin penjajahan terasa jauh tapi di Jakarta bagi orang Jakarta yang namanya kolonialisme itu di depan mata. Dirasakan sehari hari. Karena itu bila kita merdeka maka janji janji itu harus terlunaskan bagi warga Jakarta.

Dulu kita semua pribumi ditindas dan dikalahkan. Kini telah merdeka, kini saatnya menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Jangan sampai Jakarta ini seperti yang dituliskan pepatah Madura. Itik telor, ayam singerimi. Itik yang bertelor, ayam yang mengerami.

Kita yang bekerja keras untuk merebut kemerdekaan. Kita yang bekerja keras untuk mengusir kolonialisme. Kita semua harus merasakan manfaat kemerdekaan di ibu kota ini. Dan kita menginginkan Jakarta bisa menjadi layaknya sebuah arena aplikasi Pancasila. 

Jakarta bukan hanya sekedar kota, dia adalah ibukota maka di kota ini Pancasila harus mengejawantah, Pancasila harus menjadi kenyataan. Setiap silanya harus terasa dalam keseharian. Dimulai dari hadirnya suasana ketuhanan di setiap sendi kehidupan ibukota. Indonesia bukanlah negara berdasarkan satu agama. Namun Indonesia juga bukan sebuah negara yang alergi agama apalagi anti agama. Ketuhanan selayaknya menjadi landasan kehidupan warga dan kehidupan bernegara sebagaimana sila pertama Pancasila. Ketuhanan Yang Maha Esa.  (Popi)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.