Senin, 17 Januari 22

Anies Apresiasi Pihak Swasta Kolaborasi dengan MRT Jakarta untuk Wujudkan Pembangunan Simpang Temu Lebak Bulus

Anies Apresiasi Pihak Swasta Kolaborasi dengan MRT Jakarta untuk Wujudkan Pembangunan Simpang Temu Lebak Bulus
* Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (Foto: Instagram dkijakarta)

Jakarta, obsessionnews.comGubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengapresasi kolaborasi pihak swasta, seperti PT Intiland Development dan PT Inti Menara Jaya yang telah berkolaborasi dengan MRT Jakarta, dalam mewujudkan pencanangan pembangunan Simpang Temu Lebak Bulus.

Dalam hal ini PT MRT Jakarta menjadi pengelola Kawasan Berorientasi Transit (KBT) Lebak Bulus, dan bertugas memonitor proses pengajuan perizinan, serta melakukan pemantauan dalam proses pembangunan yang dilakukan oleh PT Inti Menara Jaya.

“Kita mengapresiasi kolaborasi ini demi mewujudkan kawasan integrasi antarmoda yang masif di Jakarta. Semoga pembangunan ini dapat selesai dibangun sesuai target yang sudah direncanakan, sehingga dapat segera digunakan dengan sebaik-baiknya dan bermanfaat luas untuk masyarakat Jakarta dan sekitarnya,” kata Anies saat mencanangkan pembangunan Simpang Temu Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Rabu (8/12/2021).

Pembangunan Simpang Temu Lebak Bulus ditargetkan berlangsung selama kurang lebih 10 bulan setelah pencanangan. Pembangunan Simpang Temu Lebak Bulus adalah bentuk realisasi pengembangan KBT Lebak Bulus sesuai dengan Peraturan Gubernur Nomor 57 Tahun 2020 tentang Panduan Rancang Kota Kawasan Pembangunan Berorientasi Transit Lebak Bulus.

“Di mana PT MRT Jakarta juga mendapat penugasan untuk pengembangan lokasi KBT lainnya di Dukuh Atas, Blok M, Senayan, Fatmawati, dan Lebak Bulus,” beber Anies.

Simpang Temu Lebak Bulus juga merupakan salah satu proyek Realisasi Pembangunan Infrastruktur Prioritas di KBT sesuai PRK berdasarkan Instruksi Gubernur Nomor 49 Tahun 2021 tentang Penyelesaian Isu Prioritas Daerah Tahun 2021-2022.

Simpang Temu ini akan menyediakan titik transit multi moda dari stasiun MRT Lebak Bulus berupa jembatan interkoneksi sepanjang kurang lebih 200 meter menuju Transit Plaza yang memiliki fasilitas pendukung berupa parkir sepeda, kiss and ride, pemberhentian Transjakarta, dan pemberhentian transportasi daring di dalam area taman seluas 2.000 meter per segi. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.