Minggu, 20 Oktober 19

Aniaya Putranya, Jeremy Laporkan Oknum Polisi ke Propam Mabes Polri

Jakarta, Obsessionnews.com – Artis Jeremy Thomas melaporkan empat orang yang diduga oknum polisi ke Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Mabes Polri. Pelaporan itu dilakukannya karena keempat oknum polisi itu diduga menyekap dan menganiaya putra Jeremy yakni Axel Matthew, di Hotel Crystal, Kemang, Jakarta Selatan pada Sabtu (15/7/2017) lalu.

Pengacara Jeremy yakni Yanuar Bagus Sasmito mengatakan, sebelumnya Jeremy telah melaporkan kejadian ini ke Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya (PMJ).

“Jadi ada dua laporan, satu melaporkan sisi profesinya, yang kedua kami laporkan masalah tindak pidana umumnya,” ujar Yanuar di Sentra Pelayanan Propam Mabes Polri, Jakarta, Senin (17/7).

Dia menjelaskan, kepada Axel keempat oknum polisi itu mengaku sebagai anggota kepolisian Satuan Narkoba Polresta Bandara Soekarno Hatta.

Peristiwa itu berawal ketika Alex ditelepon oleh temannya suruh ke hotel tersebut. Setibanya disana, mereka (oknum polisi) tiba-tiba mengepung Axel dan menyekapnya di salah satu kamar hotel.  Di dalam kamar, Axel dipukuli hampir di seluruh bagian tubuh. Bahkan, oknum tersebut sempat empat kali mengeluarkan tembakan peringatan.

“Dia disekap dan diborgol, jadi diperlakukan seperti binatang. Ini harus ditindak tegas. Kami minta pada Kapolri melalui Propam untuk melucuti kapasitas profesinya,” kata Yanuar.

Axel dipaksa mengaku menggunakan narkoba dan memilikinya. Akan tetapi, Axel kemudian dilepas setelah tak ditemukan barang bukti narkoba.

Axel mengalami luka di bagian wajah, lutut, punggung, kepala, dan rusuk. Ia telah menjalani visum dan menjalani perawatan di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan.

Yanuar meminta agar oknum tersebut tak hanya dikenakan sanksi etik, tapi juga pidana. Tindakan yang dilakukan oknum tersebut dinilai kriminal berlapis, yakni penyekapan, penganiayaan, dan pencurian barang pribadi Axel.

Jeremy pun mengatakan, putranya mengalami luka lebam hampir seluruh bagian tububnya.”Semua (luka), dari lutut, punggung, kepala, rusuk, seluruh muka. Semua parah, ini penyiksaan, ini brutal sekali,” ujarnya.

Ia juga menyebut bahwa putranya yang masih berusia 19 tahun itu mengalami trauma secara psikis. Sebab, bukan hanya dipukuli, tetapi Axel juga ditodong dengan senjata serta diborgol.

“Sangat trauma secara psikoligis lah. Anak ini sangat trauma dan tidak ngerti apa-apa, tiba-tiba dipukulin, disiksa, dan ditodongin senjata di kepala dan diborgol ke belakang dengan kondisi baju yang terbuka,” kata Jeremy.

Dari pengakuan Axel kepada Jeremy, setidaknya ada empat dari delapan pria yang mengaku oknum polisi yang memberinya bogem mentah.

“Iya (pukulan) tangan kosong, tapi kalau dikeroyok beramai ramai dan ditodingkan senjata… Yang ngeroyok total empat, dalam ruangan ada delapan orang,” katanya.

Axel, lanjutnya, sudah menjalani pembuatan visum et repertum (surat keterangan dokter tentang hasil pemeriksaan medis) atas rujukan dari Polda Metro Jaya.

“Sudah. Hasil visum kami dikawal dengan baik oleh Jatanras PMJ, sudah visum langsung malam itu juga di RSCM dan hasil visumnya hari ini keluar bersama tim Jatanras PMJ dan yang akan diteruskan ke Paminal Propam,” kata Jeremy. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.