Senin, 20 September 21

Angkatan Kerja Baru Gelembungkan Jumlah Pengangguran

Angkatan Kerja Baru Gelembungkan Jumlah Pengangguran

Jakarta, Obsessionnews – Industri yang mengandalkan bahan baku produksi dari impor tercatat sebagai sektor yang banyak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK). Sebab melemahnya nilai tukar rupiah menambah beban produksi.

Razali Ritonga, Direktur Statistik Kependudukan dan Ketenagakerjaan Badan Pusat Statistik (BPS) mengatakan, bertambahnya pengangguran dipicu menggelembungnya jumlah angkatan kerja baru. Sementara daya serap tenaga kerja dari beberapa sektor industri menurun.

“Jadi ada new entry yang pencari kerja baru tidak terserap ditambah sebagian ada PHK, sehingga ada missmatch,” kata Rizali di kantor pusat BPS, Jakarta, Kamis (5/11).

Rizal bilang, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap duit Paman Sam telah menambah beban produksi sejumlah industri yang mengandalkan bahan baku dari impor. Akibatnya, sektor ini termasuk yang paling banyak melakukan PHK sebab berupaya menghemat ongkos produksi.

Selama periode Agustus 2014 hingga Agustus 2015, penyerapan tenaga kerja paling besar ada pada sektor konstruksi yang mencapai 930 ribu orang. Kemudian, perdagangan menyusul dengan mencatatkan serapan tenaga kerja sebanyak 850 ribu orang dan sektor keuangan sebanyak 240 ribu orang.

Lemahnya daya serap tenaga kerja serta perpindahan profesi massal ini menjadi penyebab tingginya pengangguran di bulan Agustus tahun ini. Diakui BPS, banyak tenaga kerja dari sektor pertanian yang beralih ke industri.(Mahbub Junaidi)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.