Senin, 28 September 20

Angka Kemiskinan di Kaltim 2017 Turun 0,11 Persen

Angka Kemiskinan di Kaltim 2017 Turun 0,11 Persen
* Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak.

Samarinda, Obsessionnews.com – Sebagai Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Awang Faroek Ishak memegang peranan penting untuk meningkatkan produktivitas masyarakat. Sesuai rencana  pembangunan jangka menengah daerah 2013-2018, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim terus berupaya menurunkan tingkat kemiskinan dan pengangguran, dengan  pelaksanaan berbagai program pembangunan di segala bidang.

Sejumlah program dan kegiatan yang diarahkan untuk pembangunan kesejahteraan sosial untuk mendukung penurunan tingkat kemiskinan, antara lain pendampingan dan bantuan pemodalan bagi 10 ribu wirausahawan  baru dan penyediaan kartu sehat bagi masyarakat miskin.

Selain, itu, Pemprov Kaltim akan terus meningkatkan kualitas SDM melalui berbagai upaya, antara lain melalui peningkatan jumlah penerima beasiswa bagi keluarga miskin, baik nilai maupun cakupan jumlah penerimanya, baik untuk jenjang SLTP, SMU, SMK serta mahasiswa perguruan tinggi.

Awang Faroek mengatakan, target tersebut akan dapat dicapai dengan baik,  apabila pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota serta swasta saling bahu membahu dalam melaksanakan  pembangunan secara bersama-sama, dengan tujuan agar masyarakat Kaltim sejahtera. Program tersebut akan diselaraskan dengan program Nawa Cita Presiden Joko Widodo.

“Pembangunan sektor unggulan, penyelarasannya akan diarahkan pada upaya terwujudnya kedaulatan pangan, kedaulatan energi dan ketenagalistrikan, kemaritiman dan kelautan, serta pariwisata dan industri,” ujar Faroek belum lama ini.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim tercatat angka kemiskinan di Kaltim cenderung menurun. Pada September 2017 jumlahnya sebanyak 218,67 ribu (6,08 persen). Pada Maret 2017 sebanyak 220,17 ribu (6,19 persen), berarti jumlah penduduk miskin berkurang 1,50 ribu orang (turun 0,11 persen poin).

Periode Maret 2017–September 2017, Indeks Kedalaman Kemiskinan turun dari 0,885 pada keadaan Maret 2017 menjadi 0,874 pada keadaan September 2017. Demikian juga Indeks Keparahan Kemiskinan turun dari 0,208 menjadi 0,187 pada periode yang sama.

Pada September 2017, tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk yang diukur oleh Gini Ratio tercatat sebesar 0,333. Angka ini naik sebesar 0,003 poin jika dibandingkan denganGini Ratio Maret 2017 yang sebesar 0,330.

Pada September 2017, distribusi pengeluaran kelompok penduduk 40 persen terbawah adalah sebesar 19,73 persen. Artinya pengeluaran penduduk masih berada pada kategori tingkat ketimpangan rendah. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.