Minggu, 19 September 21

Anggota Komisi III DPR Tak Setuju dengan Ide ‘Gila’ Buwas

Anggota Komisi III DPR Tak Setuju dengan Ide ‘Gila’ Buwas
* Anggota Komisi III DPR RI Arsul Sani.

‎Jakarta, Obsessionnews – Anggota Komisi III DPR RI Arsul Sani tidak sependapat dengan ide gila yang dimunculkan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso (Buwas) tentang hukuman bagi bandar narkoba untuk memakan sendiri barang buktinya sampai overdosis lalu mati.

Menurut Arsul, dirinya tidak sependapat hukuman itu diterapkan di Indonesia lantaran, belum ada Undang-Undang yang mengatur tentang hal itu. Sehingga ide gila Buwas tidak bisa dilakukan.

“Ya bentuk hukuman itu kan tidak dikenal di KUHP kita maupun UU Narkotika, jadi ya tidak bisa dilaksanakan,” ujar Arsul kepada Obsessionnews.com Selasa (10/11/2015).

Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) kubu Romy ini menjelaskan, sepanjang ide itu belum diatur dalam UU maka, tidak bisa diterapkan. Lagipula ia tidak sependapat dengan ide tersebut bukan karena tidak UU-nya melainkan ide tersebut bisa dijadikan pertimbangan untuk alasan hukum yang lain.

“Nanti terus kalau ada penjual miras yang melanggar hukum, apa dia juga harus minum mirasnya sendiri sampai mabok,” tanya Arsul

Lebih baik Arsul menyarankan, agar hukuman yang berlaku saat ini lebih diperberat. Hukuman mati kata dia, juga sudah diterapkan di Indonesia bagi para gembong narkoba. ‎”Saya kira yang harus diperbaiki adalah penghukuman kepada bandar narkoba, dalam arti diperberat dan ditempatkan dipenjara deng akses minimal‎,” jelasnya.

Sebelumnya, Buwas mengusulkan agar pengedar narkoba dihukum dengan disuruh makan sendiri barang buktinya, sampai mabok hingga overdosis lalu mati. Ia mengaku ide ini emang ide gila. Sebab, di Indonesia narkoba sudah semakin menggila, karena penanganan hukumnya harus lebih gila.

“Coba, kalau menurut dia (pengedar) narkoba tidak bahaya, masukkan saja ke tubuh dia. Kemarin kita temukan 1.000 butir (sabu) oleh 4 orang. Makan saja dibagi 4. Nanti mereka overdosis, mati sendiri,” kata Buwas di gedung BNN, Jl MH Thamrin, Jakarta Timur, Jumat (6/11/2015).

“Penjara tidak penuh, hakim dan jaksa juga tidak terbebani. Ini ide gilanya,” imbuhnya.‎ (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.