Selasa, 30 November 21

Anggota HTI Dilarang Jadi Peserta BPJS Kesehatan

Anggota HTI Dilarang Jadi Peserta BPJS Kesehatan
* Panggung dimana acara pembukaan digelar di atas

Padang, Obsessionnews – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Sumatera Barat (Sumbar) Ardion melarang anggota HTI menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mandiri karena dinilai tidak sejalan dengan syariah.

Menurut Ardion, sistem yang diterapkan pemerintah dalam mengurus kesehatan masyarakat berkurang, yang semestinya menjadi kewajiban penuh pemerintah. Sistem yang berlaku sekarang dimana setiap peserta diwajibakan membayar premi yang seharusnya menjadi tanggung jawab pmerintah.

Ketua DPD I HTI Sumbar Ardion
Ketua DPD I HTI Sumbar Ardion

“Dari segi aqad, menjadi peserta BPJS terjadi kerusakan, karena tanggung jawab pemerintah secara penuh, sebahagian dialihkan menjadi tanggung jawab peserta,” ujar Ardion usai pembukaan rapat dan pawai akbar Minggu (10/5).

Menurut Ardion, syariat membebankan kepada penguasa untuk mengurus secara penuh masalah kesehatan ummat. Demikian juga negara, menjamin kesehatan setiap warga negaranya.

HTI 2

Berdasarkan kondisi riil yang terjadi di negara ini, setiap anggota HTI yang ada di Sumbar, tidak dibenarkan menjadi peserta JKN atau BPJS Kesehatan.

HTI se Sumbar Minggu (10/5) mengikuti rapat dan pawai akbar dalam rangka memberikan pemahaman dan kesadaran kepada peserta pentingnya syariah dan khilafah.

HTI 3

Rapat dan pawai akbar yang diadakan di Jalan Sutan Syahrir itu diikuti lebih dari 2000 peserta dari seluruh kabupaten dan kota di Sumbar. Selama kegiatan belangsung, arus alus lintas dari arah pasar Alai menuju Jalan Raden Saleh terpaksa dialihkan, karena dipakai untuk menggelar acara.

Usai pembukaan rapat, sekitar pukul 10:45 WIB, dilanjutkan dengan pawai berjalan kaki menuju kantor Gubernur Sumbar jalan Sudirman Kota Padang. Pawai yang berlangsung sempat membuat arus lalu lintas terganggu dari arah Jalan Khatib Sulaiman menuju Jalan Sudirman, karena sebahagian badan jalan mereka pergunakan. (Musthafa Ritonga)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.