Jumat, 24 September 21

Anggota DPR Harus Ciptakan Lapangan Kerja di Dapilnya

Anggota DPR Harus Ciptakan Lapangan Kerja di Dapilnya

Jakarta, Obsessionnews – ‎Selama delapan bulan bekerja sebagai anggota Komisi VI DPR RI, Melani Suharli menargetkan banyak terciptanya lapangan kerja di daerah pemilihan (dapil)-nya yang meliputi Jakarta Selatan, Jakarta Pusat dan Luar Negeri. Menurutnya, dengan adanya lapangan kerja maka tujuan utama menyejahterakan rakyatnya akan tercapai.

Menurut Melani, semua itu bisa terwujud dengan ‎peningkatakan pendidikan, dan juga pengembangan unit usaha kecil menengah (UKM). Atau kata Melani bisa juga mendorong pemerintah untuk segera melakukan percepatan pembangunan infrastruktur seperti jalan tol dan sebagainya.

“Jadi, kita memikirkan lapangan pekerjaan, misalnya infrastruktur dibangun tentunya banyak lapangan pekerjaan kan. Misalnya bangun jalan tol dan sebagainya tentu akan menambah masyarakat tenaga kerja,” ujar Melani kepada Obsessionnews, beberapa waktu lalu.

Sementara penguatan UKM, sudah bisa terwujud dengan adanya pembangunan seribu pasar tradisional di Jakarta dengan dana Rp 2 triliun. Melani ingin, dengan adanya pasar tersebut banyak produk-produk khas daerah Betawai di perjualbelikan. Seperti, Roti Buaya, Bir Pletok, Kerak Telor, dan juga kain Batik.

Hal itu menurut Melani bisa ditiru di daerah-daerah lain di Indonesia seperti di Papua, kata dia ada pasar tradisional di Papua yang khusus menjual makanan dan kerajinan khas Papua, atau juga di Bali yang kaya akan budaya. Dengan begitu Melani yakin, Indonesia kedapan sangat dikenal di mata luar.

Politisi Partai Demokrat ini tidak melarang adanya pasar modern. Hanya saja ia mengusulkan agar pembukaan pasar modern bisa dimulai pada jam 12 siang sampai malam hari. Sedangkan pasal tradisional dibuka pada pagi hari. Pasar modern juga tidak diperbolehkan menjual barang-barang tradisional.

“Jadi semua tidak terganggu, masyarakat kecil juga tidak terganggu atau terusik dengan adanya pasar modern karena sudah ada aturan yang jelas,” terangnya.

Kemudian target di DPR, sebagai anggota Komisi VI‎, Melani menginginkan agar Indonesia bisa menjadi negara mandiri, caranya dengan tidak telalu banyak melakukan impor pangan. Semua potensi sumber daya alam Indonesia kata Melani, harus digali meski dengan persediaan alat yang terbatas.

Bila melihat perkembangannya saat ini Melani merasa prihati, sebab, sumber daya alam yang seharusnya dikelola untuk kepentingan rakyat, justru dirampas dan dijadikan gedung-gedung yang tinggi. Akibatnya lama-lama lahan pertanian habis, dan ini kata Melani akan mendorong pemerintah untuk selalu impor.

‎”Kita mau nanam padi sekarang susah karena tidak ada lahannya udah jadi bangunan tinggi. Jadi sawah-sawah kurang jadi produk-produk pertanian tergerus, itu harus dipikirkan,” terangnya.

Dalam segi perdagangan, Melani tetap konsisten agar Indonesia memperbanyak produksi kain batik untuk diekspor sebagai kebanggaan budaya bangsa. ‎Namun, dia menginginkan benang sutra yang dijadikan bahan dasar kain batik tidak impor dari Cina.

“Mengapa sih kita tidak mau membudidaya Kepompong. Ini harus dibenahi dan dipikirkan supaya kedepan banyak orang yang mau budidaya Kepompong. Jadi banyak banget sih yang harus dibenahi sebenarnya,” tandasnya. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.