Rabu, 22 Mei 19

Anggap Pemilu Telah Usai, Para Kiai Jatim Serukan Persatuan Bangsa

Anggap Pemilu Telah Usai, Para Kiai Jatim Serukan Persatuan Bangsa
* Para kiai sepuh Jawa Timur menggelar silaturahim di kediaman Wakil Gubernur Saifullah Yusuf di Surabaya, Senin (17/9/2018). (Foto: Kompas.com)

Surabaya, Obsessionnews.com – Puluhan kiai sepuh pendukung Jokowi-KH Ma’ruf Amin dan Prabowo-Sandiaga Uno menyikapi dinamika politik usai pemilihan presiden dan pemilihan legislatif 2019. Setelah melakukan pencoblosan, pendukung kedua paslon tersebut diminta untuk kembali bersatu demi kemajuan bangsa.

Pernyataan sikap itu disampaikan para kiai setelah mereka bertemu di kediaman Ketua PBNU Syaifullah Yusuf perumahan The Gayungsari, Jawa Timur, Jumat (19/4/2019). Pertemuan ini sangat penting karena para kiai yang bertemu ada yang mendukung pasangan Jokowi-Ma’ruf dan ada yang mendukung Prabowo-Sandi.

Hadir dalam pertemuan kali ini para kiai-kiai berpengaruh di Jawa Timur diantaranya Pengasuh Pesantren Lirboyo Kediri KH Anwar Manshur dan KH Abdullah Kafabihi, Pengasuh Pesantren Miftachussunnah Surabaya KH Miftahul Ahyar, Pengasuh Pesantren Ploso Kediri KH Zainuddin Djazuli dan KH Nurul Huda Djazuli, serta Pengasuh Pesantren Sidogiri Pasuruan KH Nawawi Abdul Djalil.

Selain itu juga Pengasuh Pesantren Sunan Drajad KH Abdul Ghofur, Pengasuh Pesantren Syaichona Kholil Bangkalan KHFakhrillah Aschal, Pengasuh Pesantren Al Amin Kediri KH Anwar Iskandar, Pengasuh Pesantren Sabilurrosyad Malang KH Marzuqi Mustamar, Pengasuh Pesantren Bumi Sholawat Sidoarjo KH Ali Masyhuri, serta Pengasuh Pesantren Al-Ihsan Jrangoan Sampang KH Mahrus Malik.

Juga hadir Pengasuh Pesantren Salafiyah Pasuruan KH Idris Hamid, Pengasuh Pesantren Gersempal Sampang, KH Syafiuddin Wahid, Pengasuh Pesantren Al-Hikam Tunjung, Burneh, Bangkalan, KH Nuruddin Rahman, Pengasuh Pesantren Langitan, Tuban, KH Maksum Faqih, Pengasuh Pesantren Panji Kidul Situbondo KH Zakky Abdullah serta beberapa Pengasuh Pesantren besar di Jawa Timur lainnya.

“Hari ini para kiai berkumpul setelah kemarin proses pilihan presiden. Ibaratnya ini adalah melupakan 01-02 untuk bermusyawarah dalam menyikapi dinamika pascapilpres,” kata Gus Ipul kepada wartawan usai pertemuan.

Pertemuan kali ini merupakan kelanjutan setelah sebelum pilpres tepatnya pada 17 September 2018 mereka juga bertemu di Rumah Gus Ipul. Gus Ipul menyampaikan dari pertemuan ini, ada beberapa kiai yang tidak bisa hadir. Namun kiai sepuh yang tidak bisa hadir mereka sudah mengetahui agenda pertemuan tersebut.

“Ada sejumlah kiai yang tidak bisa hadir. Tapi sudah menyetujui lewat sambungan telepon, salah satunya Kiai Abdul Gofhur pengasuh Pondok Sunan Drajad Lamongan. Beliau tadi sudah telepon dan menyepakati,” ungkap Gus Ipul.

Sementara Ketua Ikatan Gus-Gus Indonesia KH Ahmad Fahrur Rozi (Gus Fahrur) yang juga ikut dalam pertemuan mengatakan ada beberapa kesepakatan yang dihasilkan dalam pertemuan kali ini. “Kami mendukung aparatur keamanan negara bertindak tegas untuk mengantisipasi segala bentuk kerawanan sosial dan potensi konflik horizontal di tengah masyarakat,” kata Gus Fahrur. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.