Kamis, 8 Desember 22

Andrey Dolgov, Kapal Pencuri Ikan Buronan Dunia Menyerah di Tangan TNI AL

Andrey Dolgov, Kapal Pencuri Ikan Buronan Dunia Menyerah di Tangan TNI AL
* Kapal asing buronan Interpol berbendera Togo, Afrika, Andrey Dolgov berhasil ditangkap TNI AL Lanal Sabang di perairan laut Aceh. (Foto: KOMPAS.com/RAJA UMAR)

Jakarta, Obsessionnews.com – April tahun lalu merupakan akhir dari pelarian kapal ikan, Andrey Dolgov. Kapten dan kru kapal itu akhirnya menyerah di tangah TNI Angkatan Laut setelah bertahun-tahun menjadi buronan sejumlah negara di dunia. 

“Kapten dan kru kapal ini amat terkejut karena tertangkap,” kata Andrea Aditya Salim, anggota gugus tugas kepresidenan Indonesia untuk mengejar Andrey Dolgov.

Kapal ini merupakan bagian dari jaringan organisasi kriminal yang beroperasi mencari celah di antara undang-undang kelautan dan banyaknya pejabat penegak hukum yang korup. CCAMLR sudah memasukkan kapal ini dalam daftar hitam pada 2016 dan masuk daftar Interpol dalam ksus penangkapan ikan ilegal.

Sebelum ditangkap di Mozambik, kapal ini pernah ditahan di China sebelum lolos. Celakanya, kapal ini lolos juga dari jerat hukum di Mozambik. Alhasil, pemerintah Mozambik meminta bantuan dari negara Afrika anggota Fish-i Afrika untuk mengejar kapal ini.

Fish-i Africa adalah kerja sama delapan negara Afrika Timur, yaitu Kepulauan Komoro, Kenya, Madagaskar, Mauritius, Mozambik, Seychelles, Tanzania, dan Somalia. Kedelapan negara itu bekerja sama dalam hal berbagi informasi dan bekerja sama memerangi illegal fishing.

Penangkapan kapal dengan nomor lambung FN STS-50 itu bermula saat personel AL Indonesia melakukan pengejaran di sekitar Selat Malaka. Dalam upaya menyelamatkan diri Kapal AL Indonesia dengan cepat mendekat, mengakhiri perangkap yang sudah dirancang selama berbulan-bulan.

Penangkapan ini mengakhiri pengejaran selama tiga pekan di seluruh Samudra Indonesia dalam sebuah operasi gabungan Interpol dan Fish-i Africa. “Awak kapal berusaha mengatakan mereka tidak mencuri ikan karena mesin pendingan dan peralatan lain kapal itu sudah rusak,” kata Salim.

Saat personel AL Indonesia menaiki kapal yang ditangkap itu, mereka menemukan 600 jaring yang memiliki panjang hampir 30 kilometer jika disebarkan. Dalam satu kali operasi, jaring ini bisa menangkap ikan bernilai hingga 6 juta dollar AS atau sekitar Rp 84 miliar. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.