Selasa, 21 September 21

Anas: Semoga Hakim MA Makin Mantap di Atas Kuburan

Anas: Semoga Hakim MA Makin Mantap di Atas Kuburan

Jakarta, Obsessionnews – Mantan Ketua Umum Demokrat Anas Urbaningrum tidak menyangka Mahkamah Agung(MA)  akan memperberat hukumannya. Sebab sebagai lembaga peradilan tertinggi, Anas berharap MA bisa menemukan keadilan. Namun nyatanya, kata Anas, bukan keadilan yang ia dapatkan ‎melainkan kekejaman.

“Dikira hakim kasasi bisa mengoreksi kezaliman dan kekerasan hukum menjadi putusan yang adil, ternyata malah menambah sadisme dan memorak-porandakan keadilan‎,” ujar Anas melalui kuasa hukumnya, Handika Honggo Wongso, Selasa (9/6/2015).

Menurut Anas, ada yang salah dalam proses hukum yang berlangsung di MA. Majelis hakim yang yang diketuai oleh Artidjo Alkostar dinilai telah mengesampingkan fakta-fakta persidangan yang pernah diungkap di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi maupun di Pengadilan Tinggi DKI Jakarta.

“Palu hakim kasasi ‘berlumuran darah’. Kebenaran dan kemanusiaan dilukai secara sengaja oleh nafsu menghukum yang menyala-nyala,” terangnya.

Anas lantas berdoa dengan penuh harapan semoga hakim Artidjo dengan ‎dua anggota hakim lainnya MS Lumme dan Krisna Harrap. Ketiganya semakin tenar, semakin kece dan mantap.

“Semoga Pak Artidjo Alkostar makin tenar, Pak MS Lumme makin kece, Pak Krisna Harahap makin mantap. Tenar, kece, dan mantap di atas kuburan keadilan,” ucapnya.

Diketahui, MA telah menolak kasasi yang diajukan oleh Anas dan  memperberat hukumannya dua kali lipat menjadi 14 tahun penjara, dari hukuman sebelumnya yang hanya 7 tahun penjara. Anas juga dicabut hak politiknya untuk dipilih.

Selain itu, Anas juga diwajibkan membayar denda sebesar Rp 5 miliar subsider satu tahun dan empat bulan kurungan. Anas juga diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp 57.592.330.580 kepada negara. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.