Minggu, 19 September 21

Anak Cucu Iblis dan Bala Tentaranya

Anak Cucu Iblis dan Bala Tentaranya
* KH Luthfi Bashori. (Islampos)

Oleh: KH Luthfi Bashori, Putra Pendiri Banom NU, Jam’iyyatul Qurra’ wal Huffadz (JQH)

Ketika Iblis, bapak moyangnya setan diusir oleh Allah dari surga, karena tidak mau menuruti perintah-Nya untuk sujud menghormat kepada Nabi Adam AS, maka Iblis berkata, “Wahai Tuhanku, demi keagungan-Mu aku tidak akan berhenti dari menyesatkan anak Adam selama nyawa masih ada pada tubuh mereka.”

Janji Iblis ini hingga kapan pun akan selalu ditepati, dan tidak henti-hentinya Iblis beserta anak keturunannya yaitu para setan, terus berusaha merusak dan menjerumuskan umat manusia dalam kesesatan.

Untuk kepentingan gerakannya, maka Iblis pun membuat jaringan-jaringan di kalangan manusia, dan Iblis mempekerjaan setan-setan untuk berkeliaran di sekeliling manusia, layaknya bisnis MLM yang telah menggurita, bahkan tidak mungkin untuk dihentikan.

Bos-bos kecil di berbagai wilayah di dunia itu dijabat oleh kalangan setan, yang mana mereka setiap saat harus melaporkan usahanya dalam menyesatkan umat manusia kepada Iblis, bos besar (pusat) dalam sistem piramida yang dibangunnya.

Sedangkan setiap bos setan, memegang manusia-manusia dungu yang selalu larut dalam penghambaannya kepada bos-bos wilayah.

Manusia-manusia dungu itu pun diberi kedudukan yang istimewa oleh bos-bos kecil, hingga dengan bekal kedunguannya ibarat kerbau dicucuk hidungnya itu, mereka selalu menurut apapun yang diperintahkan oleh bosnya.

Ada manusia dungu yang diperbudak oleh bos setan dengan diberi kedudukan jabatan, sebut saja semacam kepala negara yang berduet dengan wakilnya. Tugas utamanya menghalangi berkembangnya agama Islam di negara-negara dunia, atau mempersulit pelaksanaan aturan Syariat yang diwajibkan oleh Allah dalam sistem pemerintahan di setiap negara di kalangan umat manusia.

Atau manusia dungu yang kepentingan hidupnya hanya untuk menumpuk kekayaan, hingga membentuk komunitas bisnis kotor, sebut saja semacam bisnis 9 naga, hingga menghalalkan segala cara demi meraih kesuksesan yang mereka targetkan.

Atau manusia dungu yang tugasnya untuk menyesatkan aqidah umat, dengan cara ikut mengembangkan kekafiran kepada Allah, atau menyokong berkembangnya aliran-aliran sesat, hingga keluar dari batasan yang telah di atur oleh syariat.

Tentu masih banyak ilustrasi godaan Iblis dan para setan, yang sudah berhasil mempengaruhi umat manusia, hingga mereka lebih taat kepada Iblis daripada harus takut kepada Allah Sang Maha Pencipta.

Tentang hal ini, Rasulullah SAW telah memberitahu umat Islam lewat sabdanya: “Sesungguhnya Iblis pernah mengatakan: “Demi keagungan-Mu, wahai rabbku, aku tidak akan berhenti untuk menyesatkan hamba-hamba-Mu selagi roh mereka berada dalam jasadnya.”

Maka Allah menjawab: “Demi keagungan dan kebesaran-Ku, Aku pun tidak akan berhenti mengampuni mereka selagi mereka memohon ampun kepada-Ku.” (HR. Imam Ahmad melalui Imam Shahabat Abu Sa’id). (***)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.