Senin, 27 Januari 20

Anak Buruh Tani Lulus Cum Laude

Anak Buruh Tani Lulus Cum Laude
* Ahmad Rifai.

Seorang mahasiswa Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik yang merupakan anak buruh tani asal Indramayu, Jawa Barat membuktikan kemiskinan tak menghalangi berprestasi dengan lulus “Cum Laude” dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto Jawa Tengah.

Adalah Ahmad Rifai pemuda berperawakan kurus tinggi kelahiran Desa Panyingkiran Kidul Kecamatan Cantigi, Indramayu, Jawa Barat 22 tahun lalu. Prestasinya dari bangku sekolah dasar hingga kuliah tidak diragukan lagi, menyandang selalu rangking 1 (satu) di sekolah adalah hal yang biasa baginya.

Wisudawan periode Desember 2017 ini berasal dari Fakultas Teknik Unsoed Purwokerfto Jawa Tengah Jurusan Teknik Elektro meraih IPK 3,79 Predikat Cumlaude dengan masa studi hanya ditempuh dalam 3 tahun 2 bulan. Prestasi yang sangat luar biasa, hidup dengan kesederhanaan wisudawan yang terjaring melalui SBMPTN ini memperoleh beasiswa Bidik Misi.

“Saya tidak boleh kuliah kalau tidak dapat beasiswa, alhamdulillah sejak SMP,MA dan kuliah saya selalu mendapat beasiswa,” ungkapnya. Selain dari Bidikmisi, Rifai juga memperoleh sampingan pendapatan dari PKM (program kreativitas mahasiswa) yang diselenggarakan dikti melalui PKM kewirausahaan.

Ahmad Rifai membacakan Janji Alumni Unsoed mewakili seluruh wisudawan Unsoed periode Desember 2017

Anak ke empat dari lima bersaudara ini terlahir dari bapak yang bernama Ngadimun seorang buruh tani dan ibu Siti Marwah, yang hanya ibu rumah tangga biasa, sudah setahun ini ibu Siti Marwah (ibunda Rifai) mengidap gagal ginjal, dan harus rutin cuci darah seminggu dua kali.

Hidup prihatin harus dilakoninya tetapi hal tersebut tidak menyurutkan semangat belajar Rifai yang selama masa kuliah tinggal di Pesantren Raudlotul Arifin Blater Purbalingga, Jawa Tengah. Kebiasaan Ahmad Rifai tinggal di pesantren dari madrasah Aliyah dengan hafalan kitab yang padat melatih diri untuk menghafalkan dan memahami mata kuliah.

Prestasi lain saat Praktek Kerja Lapangan (PKL) di Pertamina Balongan, Indramayu, Jawa Barat, Rifai membuat aplikasi pemantauan mobil Tanki secara otomatis dan alhamdulillah aplikasi tersebut sampai saat ini masih digunakan di Pertamina Balongan, Indramayu, Jawa Barat.

Rifai yang lolos mengikuti KKN Kebangsaan mendapat apresiasi dari tempatnya KKN yaitu di Desa Bonda Raya Kecamatan Suwawa Selatan Kabupaten Bone Bolango Provinsi Gorontalo, Sulawesi, bagaimana tidak baru tiga hari KKN dia mampu membuat Aplikasi Sistem Administrasi Kependudukan dan Keuangan yang hingga saat ini aplikasi tersebut masih digunakan. “Saya sampai masuk koran karena prestasi tersebut”, imbuhnya.

Ketua UKM Seni Islam dan Al Quran ini juga berkeinginan untuk melanjutkan kuliah S2 di luar negeri dengan beasiswa afirmasi LPDP, keinginannya untuk S2 di Negeri Sakura tidak lepas dari suport dosen pembimbing skripsinya Dr.Eng.Retno Supriyanti,ST.,MT.

Diakhir wawancara Rifai mengungkapkan perasaannya ” Saya bahagia dapat lulus hanya dalam waktu 3 tahun 2 bulan, motifasi utamanya adalah orang tua, saya ingin segera membahagiakan orang tua, karena ibu saya sakit parah” ujarnya lirih. (Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.