Rabu, 17 Agustus 22

Amien Rais Tidak Diperkenankan Bertemu Pimpinan KPK

Jakarta, Obsessionnews.com – Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah mempersilakan Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais datang ke KPK untuk mengklarifikasi dugaan menerima uang Rp 600 juta dari proyek pengadaan alat kesehatan di Kementerian Kesehatan.

Namun kata dia, yang bersangkutan tidak diizinkan untuk menemui pimpinan KPK. Sebab, pimpinan KPK dilarang untuk bertemu dengan pihak-pihak yang disebut ada kaitannya dengan penanganan kasua yang ditangani KPK.

“Silahkan ke bagian pengaduan masyarakat jika ada informasi yang akan diberikan,” kata Febri saat dikonfirmasi Minggu (5/6/2017).

Sikap dan peraturan tegas itu dibuat untuk menghindari sesuatu yang tidak diinginkan yang bisa merusak netralitas dan kredibilitas KPK. Meski begitu, informasi yang disampaikan ke pengaduan masyarakat nantinya juga akan diketahui oleh pimpinan KPK.

Dalam tuntutan mantan Menteri Kesehatan  Siti Fadilah disebutkan bahwa ada aliran dana dari Mitra Medidua Suplier PT Indofarma Tbk dalam pengadaan alkes dengan PAN yaitu Sutrisno Bachir, Nuki Syahrun, Amien Rais, Tia Nastiti (anak Siti Fadilah) maupun Yayasan Sutrisno Bachir Foundation.

Pemenang proyek pengadaan itu yaitu PT Indofarma Tbk yang ditunjuk langsung Siti Fadilah dan menerima pembayaran dari Kemenkes, membayar “supplier” alkes yaitu PT Mitra Medidua.

“Selanjutnya PT Mitra Medidua pada 2 Mei 2006 mengirimkan uang sebesar Rp 741,5 juta dan pada 13 November 2006 mengirimkan sebesar Rp50 juta ke rekening milik Yurida Adlanini yang merupakan sekretaris pada Yayasan Sutrisno Bachir Foundation (SBF),” kata Jaksa.

Terhadap dana itu, Nuki Syahrun selaku ketua Yayasan SBF memerintahkan Yurdia untuk memindahbukukan sebagian dana kepada rekening pengurus PAN, Nuki Syahrun dan Tia Nastiti (anak Siti Fadilah).

Pengiriman dana dari PT Mitra Medidua kepada Yayasan SBF yang kemudian sebagian ditransfer ke rekening pengurus DPP PAN telah sesuai dengan arahan Siti Fadilah untuk membantu PAN.

Nuki selaku ketua Yayasan SBF lalu memerintahkan untuk memindahbukukan sebagian dana kepada pihak-pihak yang memiliki hubungan kedekatan dengan Siti Fadilah di antaranya:

1. Pada 26 Desember 2006 ditransfer ke rekening Sutrisno Bachir sebesar Rp 250 juta.
2. Pada 15 Januari 2007 ditransfer ke rekening Nuki Syahrun sebesar Rp 50 juta.
3. Pada 15 Januari 2007 ditransfer ke rekening M Amien Rais sebesar Rp 100 juta.
4. Pada 13 April 2007 ditransfer ke rekening M Amien Rais sebesar Rp 100 juta.
5. Pada 1 Mei 2007 ditransfer ke rekening M Amien Rais Rp 100 juta dan rekening Nuki Syahrun sebesar Rp 15 juta.
6. Pada 21 Mei 2007 ditransfer ke rekening M Amien Rais Rp 100 juta.
7. Pada 13 Agustus 2007 ditransfer ke rekening M Amien Rais sebesar Rp 100 juta.
8. Pada 2 November 2007 ditransfer ke rekening Tia Nastiti sebesar Rp 10 juta dan M Amien Rais sebesar Rp 100 juta.

Dalam perkara ini, Siti Fadilah dituntut 6 tahun penjara ditambah denda Rp 500 juta subsider enam bulan kurungan ditambah kewajiban membayar uang pengganti sebesar Rp 1,9 miliar subsider 1 tahun kurungan. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.