Senin, 19 April 21

Ambruk, Proyek Tol Cibitung – Cilincing Dihentikan Sementara

Ambruk, Proyek Tol Cibitung – Cilincing Dihentikan Sementara
* Penampakan proyek tol Cibitung - Cilincing (Foto : Humas PUPR)

Jakarta, Obsessionnews.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) merespon cepat kasus kecelakaan kerja dalam proyek Tol Cibitung – Cilincing pada seksi 4 Kanal Banjir Timur – Cilincing. Proyek tersebut dihentikan sementara waktu untuk dilakukan penyelidikan demi mengetahui penyebab terjadinya kecelakaan.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR, Danang Parikesit, mengatakan bahwa pihaknya telah meninjau lokasi kejadian dan telah meminta PT Waskita Beton Precast selaku kontraktor dan pimpinan proyek PT Cibitung Tanjung Priok Tollways untuk menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Hal itu sesuai dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 21/PRT/M/2019 tentang Pedoman Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMK3).

“Kami telah melaporkan kepada Bapak Menteri PUPR. Sesuai arahan, harus ada tindakan tegas kepada Kontraktor dan konsultan pengawas yang telah lalai dalam menerapkan dan mengedepankan prosedur Keamanan, Keselamatan, dan Kesehatan Kerja (K3),” kata Danang dalam keterangannya, Rabu (19/08/2020).

Seperti diketahui peristiwa kecelakaan konstruksi terjadi pada Minggu (16/08/2020) saat dilakukan pengecoran pada STA 31+128. Akibat kejadian itu dikabarkan telah mengakibatkan beberapa pekerja mengalami luka-luka. Ditegaskannya bahwa Kementerian PUPR akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap desain, Standar Operasi Prosedur (SOP), metode kerja, sumber daya manusia, peralatan termasuk memperketat pengawasan.

Proyek Jalan tol Cibitung – Cilincing membentang sepanjang 34 km dikerjakan PT. Cibitung Tanjung Priok Port Tollways terdiri atas 4 seksi. Seksi 1 SS Cibitung – Gabus Indah (12,77 km) progresnya mencapai 96,94 %, Seksi 2 Gabus Indah – Muara Bakti (6,05 km) progresnya mencapai 91,31 %, Seksi 3 Muara Bakti – Kanal Banjir Timur (10,64 km) progresnya mencapai 82,52 %, dan Seksi 4 Kanal Banjir Timur – Cilincing (4,56 km) progresnya mencapai 43,83 %.

Kehadiran Tol Cibitung – Cilincing yang merupakan jaringan jalan tol di kawasan Metropolitan Jabodetabek (Jakarta- Bogor-Depok- Tanggerang- Bekasi) diharapkan dapat meningkatkan kelancaran mobilitas, pergerakan komuter, dan logistik, khususnya menuju kawasan industri Cibitung dan Cilincing. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.