Jumat, 7 Oktober 22

Ambisi PKS Berada di Papan Atas Pada Pemilu 2019

Ambisi PKS  Berada di Papan Atas Pada Pemilu 2019

Banjarmasin, Obsessionnews – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) semakin gencar memompa semangat para kadernya untuk meraih kejayaan pada Pemilu 2019. Pada Pemilu mendatang PKS berambisi berada di papan atas. (Baca: PKS Ingin Jadi Partai Papan Atas)

“Keinginan untuk berada di papan atas itu merupakan tekad Musyawarah Nasional (Munas) PKS beberapa waktu lalu,” kata Ketua DPP PKS Wilayah Daerah (Wilda) Kalimantan Habib Aboe Bakar Al Habsyi usai Musyawarah Wilayah (Muswil) ke-4 PKS Kalimantan Selatan (Kalsel) di Banjarmasin, Sabtu (3/10/2015). (Baca: Akankah PKS Ikuti Jejak PAN Tinggalkan KMP?)

Dalam tiga kali pemilu, yakni Pemilu 2004, Pemilu 2009, dan Pemilu 2014 perolehan suara PKS sekitar 7% dan berada di papan menengah. Bosan berada di papan menengah, pada Pemilu 2019 PKS ingin meraih suara 10% dan berada di papan atas. (Baca: Galibu PKS Capai Rp2,4 Miliar)

PKS tampil cukup fenomenal pada Pemilu 2004 dengan memperoleh 8.325.020 suara atau sekitar 7.34% dari total perolehan suara nasional. PKS berhasil mendudukkan 45 wakilnya di DPR dan menduduki peringkat keenam partai dengan suara terbanyak.

Pada Pemilu 2009 perolehan suara PKS meningkat menjadi 8.204.946 suara atau 7,88% dari total perolehan suara nasional dan mendapat 57 kursi di DPR.

Tahun 2013 PKS dilanda masalah besar, yakni Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan dijadikan tersangka dalam kasus korupsi impor daging sapi. Luthfi kemudian digantikan oleh Anis Matta. (Baca: Sikap Kenegarawanan Ala Anis Matta)

Kasus Luthfi tersebut berdampak negatif bagi PKS pada Pemilu 2014. Meski perolehan suara PKS meningkat menjadi 8,480,204 suara atau 6,79%, dari total perolehan suara nasional, jumlah kursi di DPR menurun menjadi 40 kursi. (rol/arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.