Minggu, 21 April 19

Amalan Kiai Sepuh NU yang Jasadnya Utuh Meski Sudah Dikubur 31 Tahun

Amalan Kiai Sepuh NU yang Jasadnya Utuh Meski Sudah Dikubur 31 Tahun
* Jasad Kiai Sepuh NU Anwar Sudibyo terlihat masih utuh. (Foto: Tribunnews)

Blitar, Obsessionnews.com – Warga Tambakan Gandusari, Blitar, Jawa Timur, merasa takjub mendengar kabar di desanya terdapat sosok Kiai Anwar Sudibyo, kiai sepuh Nadhatul Ulama (NU), yang jasadnya terlihat masih utuh meski sang kiai sudah dimakamkan selama 31 tahun.

Kiai Anwar wafat pada 1988. Saat dibongkar pada Kamis (14/3/2019) kondisi jasad 90% masih utuh yang genap terhitung 31 tahun dikebumikan. Makam Kiai sengaja dibongkar atas izin keluarga untuk dipindahkan ke samping Masjid dekat rumah keluarganya di Tambakan.

“Kuasa ilahi di depan mata warga, nyata, mulai jari kaki sampai kepala masih terlihat utuh sedikitpun tidak lepas, kain kafan utuh, sedikitpun tidak sobek” tutur salah satu warga yang ikut prosesi pemindahan jasad, Kamis kemarin.

Warga menilai Kiai Anwar bukan orang biasa. Lantas apa amalan kiai sehingga ia terlihat masih dimuliakan oleh Sang Pencipta? Menurut kesaksian sang putra, Moch Munib, keseharian kiai semasa hidup tidak pernah lepas dari zikir.

“Ya mungkin karena abah itu tak pernah lepas zikir ya jadi jasadnya masih utuh seperti itu,” ujar Munib di Tambakan Selasa (19/3/2019)

Diketahui Kiai Anwar merupakan Rais Syuriah PCNU Cabang Blitar periode 1982-1987. Tidak hanya itu, ia juga pernah menjadi Ketua Tarekat Muttabar Amadiyah dan sesepuh Tarekat Kodiriyah wa Nasyabandiah.

Yang mana, kedua tarekat tersebut rutin menggelar zikir bersama. Yakni usai salat subuh dan magrib. Tentang ibadah lain yang dilakukan sang ayah, Munib mengaku tidak memperhatikan secara khusus. Termasuk ibadah puasa.

“Abah itu setahu saya gak pernah ibadah yang khusus begitu ya. Beliau hanya sering memimpin zikir di jemaah tarekatnya. Beliau dalam setiap aktivitas juga selalu berzikir. Itu juga yang diajarkan pada kami anak-anaknya,” imbuhnya.

Jasad Kyai Anwar Sudibyo dipindahkan ke makam keluarga pada Kamis (14/3). Pemindahan makam itu atas inisiatif Banser yang ingin makam ulamanya tidak berhimpitan dengan makam warga sekitar di TPU desa itu.

Atas izin keluarga almarhum, pemindahan makam dilakukan dengan menggali kubur dan mengangkat jasad sang kiai yang telah terkubur selama 31 tahun. Saat diangkat, banyak warga yang menyaksikan jasad tersebut dalam kondisi utuh. Tidak lama kemudian, kejadian tersebut viral di media sosial. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.