Rabu, 16 Oktober 19

Alumni Unsoed Bantu Petani Korban Banjir Brebes

Alumni Unsoed Bantu Petani Korban Banjir Brebes

Press Release

Purwokerto – Bencana banjir yang baru-baru ini melanda Kabupaten Brebes Jawa Tengah, maka sebagai bentuk kepedulian KAFAPERTA (Keluarga Alumni Fakultas Pertanian Unsoed) – Keluarga Alumni UNSOED / Universitas Jenderal Soedirman (KAUNSOED) Purwokerto mengadakan program Peduli Banjir Brebes.

Bertempat di Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Brebes, pada Sabtu (18/3/2017), telah diserahkan bantuan berupa sarana produksi tanaman: (1) Benih Inpago Unsoed 1 sebanyak 875 Kg dengan kelas Benih BP, (2) Pupuk Organik padat, pupuk Organik Cair, Pestisida Organik, dan zat perangsang tumbuh Nutrizim.

Bantuan diserahkan langsung oleh Ir. Rudy Purwadi selaku Ketua Umum KAFAPERTA (Keluarga Alumni Fakultas Pertanian) Unsoed kepada Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan yang diwakili Ir. Madyo Raharjo.

Acara ini dihadiri juga oleh Kabid Ketanahan Pangan dan Penyuluhan Ir Talab (Alumni Faperta Unsoed angkatan 1982), Koordinator Program Kec. Brebes dan Kordinatator Program Kec Jatibarang, dan Perwakilan Petani Penerima Bantuan Peduli Banjir Brebes.

Diharapkan bantuan ini dapat meringankan beban petani dan juga memperkenalkan inovasi baru di bidang pertanian berupa benih INPAGO UNSOED 1 dan Pupuk Organik Lengkap NUTRIZIM.

Benih INPAGO UNSOED 1 merupakan hasil karya peneliti-peneliti di Fakultas Pertanian UNSOED, yaitu Prof.Dr.Ir.Suwarto,M.S. dan Prof.Ir.Totok Agung Dwi Haryanto,M.P.,Ph.D.

Padi gogo aromatik Inpago Unsoed 1 memiliki daya hasil yang tinggi di lahan kering maupun di lahan sawah, serta memiliki kualitas hasil yang tinggi pula. Nasinya bertekstur pulen, rasanya enak dan beraroma wangi lembut. Sumbangan dalam bentuk benih varietas unggul khas UNSOED ini dimaksudkan untuk membantu penanaman kembali 35 Ha lahan sawah terdampak banjir sekaligus diharapkan dapat memberikan wawasan baru bagi petani padi di Brebes. Mengenai varietas unggul INPAGO UNSOED 1 bersifat amfibi yang dihasilkan oleh UNSOED.

Karena kelas benihnya breeder seed/benih penjenis, maka benih bantuan ini dapat diperbanyak menjadi benih bersertifikat turunannya melalui program penangkaran benih bersertifikat di bawah pengawasan Badan Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB) setempat, sehingga INPAGO UNSOED 1 tidak habis begitu saja tetapi dapat dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan bagi masyarakat.

Selanjutnya Prof.Ir.Totok Agung,DH.MP.PhD. (Dosen Fakultas Pertanian UNSOED dan juga Direktur Program Pascasarjana Unsoed) mengatakan bahwa : “Sinergi institusi dan sumberdaya alumni berbakti untuk negeri ini seperti acaratersebut di atas (Alumni Unsoed Peduli Banjir) merupakan salah satu bentuk sikap kecendekiawanan yang harus dikembangkan oleh lembaga perguruan tinggi di Indonesia”. (*)

Ir.Alief Einstein,M.Hum.:
Ketua Departemen Humas, Pengurus Pusat Keluarga Alumni Unsoed (Ka.Dept.Humas PP KAUNSOED)

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.