Senin, 18 Oktober 21

Almarhum Sulistiyo Pernah Ikut Demo di Istana Negara

Almarhum Sulistiyo Pernah Ikut Demo di Istana Negara
* Almarhum Sulistiyo.

Semarang, Obsessionnews – Meninggalnya Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Indonesia (PB PGRI) Dr Sulistiyo dalam ledakan tabung oksigen bertekanan tinggi di Rumah Sakit Mintojiwo, Jakarta, meningggalkan kesedihan mendalam.

Ketua DPD RI Irman Gusman mengaku tak menyangka bakal kehilangan kolega dekatnya secepat ini. Padahal baru beberapa hari lalu dia masih sempat mengobrol dan berdiskusi dengan almarhum.

“Baru Kamis kemarin ngobrol-ngobrol soal perkembangan kasus guru honorer. Setelah itu, dia ke Semarang untuk mengurusi banyak hal, terutama persoalan guru,” kata Irman di rumah duka, Jalan Karang Ingas, Nomor 8 Tlogosari Kulon, Semarang, Selasa (15/3/2016).

“Lalu Minggu kemarin dia balik ke Jakarta untuk mengerjakan tugas kenegaraan di kantor DPD. Makanya, saya benar-benar gak mengira beliau meninggal dalam kebakaran itu,” tambahnya.

Sulistiyo, lanjut Irman, selalu fokus menyelesaikan masalah sertifikasi pengajar dan kesejahteraan guru. Bahkan, sebelum kepulangannya, Sulistiyo sempat ikut berdemo bersama di depan Istana Negara.

“Dia memang selalu fokus di bidang pendidikan nasional. Bahkan, sebelum jadi korban kecelakaan di Rumah Sakit Mintojiwo, dia sempat ikut berdemo di Istana Negara demi memperjuangkan hak guru honorer,” tutur Irman.

Dengan segudang prestasi di dunia pendidikan, Irman menilai mendiang adalah salah satu putra terbaik bangsa, yang konsisten memperjuangkan nasib para guru. Irman sangat mengingat, manakala almarhum bersikeras memperjuangkan masalah yang membelit guru honorer dengan pemerintah pusat. Menurutnya, hal tersebut sebagai bentuk sikap konsisten yang diwujudkan mendiang dalam menyelesaikan hak-hak guru honorer.

“Dialah garda terdepan saat guru-guru di negeri ini terbelit masalah kesejahteraan,” tegas dia.

Lalu, apa saja cita-cita Sulistiyo yang belum terwujud?

“Ya tentu hingga akhir hayatnya ia belum sempat melihat peningkatan kualitas pendidikan nasional. Tapi cita-citanya itu tak akan pernah berakhir. Apalagi sebagai pucuk pimpinan PGRI dan Komisi III, perjuangannya untuk guru saya kira sangat efektif,” tandasnya. (Yusuf IH)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.