Rabu, 20 November 19

Ali Zubair Hasibuan: AL Diduga Langgar Kode Etik Advokat di Kasus Asuransi

Ali Zubair Hasibuan: AL Diduga Langgar Kode Etik Advokat di Kasus Asuransi
* Ilustrasi Persidangan. (Foto: okezone.com)

Jakarta, Obsessionnews.com Asuransi merupakan salah satu bisnis yang mulia, meski sering tidak disadari oleh masyarakat. Hal ini karena jasa asuransi baru terasa manfaatnya ketika masyarakat berada saat genting dan membutuhkan dukungan finansial. Namun, ada oknum yang diduga menghianati tujuan mulia asuransi yang melanggar prinsip utmost good faith itu. Salah satunya nasabah yang terlibat dalam kejahatan asuransi.

Salah satu kasus yang mendapatkan sorotan pengamat hukum Ali Zubair Hasibuan adalah terkatung-katungnya persidangan kasus dugaan pemalsuan dokumen asuransi yang melibatkan advokat AL karena alasan sakit.

Kasus ini merupakan kembangan dari kasus lainnya yang melibatkan Budi Arman yang telah berkekuatan hukum tetap dengan Putusan Pengadilan Nomor : 914/Pid.B./2018/PN.Jkt.Sel. Menariknya, dalam putusan tersebut disebutkan, digunakan dalam perkara terdakwa AL.

Pada putusan tersebut disebutkan, dalam pengakuan saksi Melly Tanumihardja menerangkan AL memperbolehkan saksi menggunakan alamatnya  untuk memalsukan KTP yang berada di kawasan Tiga Raksa Tangerang.

“Yang menjadi perhatian adalah, KTP palsu tersebut digunakan untuk membuat Polis Asuransi. Ini merupakan kelalaian yang menyalahi Etika Advokat,” ujar Ali dalam keterangan tertulisnya, Jumat (12/7/2019).

Menurut dia, pelanggaran etika profesi ini kemudian diperjelas, dengan mendukung dalam proses mengklaim Polis Asuransi yang dibuat berdasarkan KTP palsu atas nama palsu Budi Wijaya dan Melisa Wijaya.

Ali menambahkan, jika seorang Advokat diduga mengarahkan dan membantu orang lain, terlebih memberikan perintah untuk membuang barang bukti dan melakukan perbuatan pidana untuk kemudian menjadi kliennya tentunya melanggar Kode Etik profesi dan izin yang dimilikinya dapat dipertanyakan.

Dimana Profesi yang semestinya melindungi kepentingan hukum pencari keadilan yang menjadi kliennya sendiri. Menurut Ali , dari rangkaian tersebut terlihat peran AL sebagaimana yang disebutkan dalam Pasal 55 KUHP ayat (1) dan (2). Sehinggga ini sangat penting diungkap dalam persidangan untuk kepastian hukum dan keadilan bagi para pencari keadilan dan informasi penipuan asuransi berkedok nasabah asuransi.

Kasus persidangan AL berikutnya akan digelar pada 17 Juli 2019 di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.