Senin, 20 Mei 24

Alhamdulillah, Gubernur Khofifah Dianugerahi Gelar HC UA Bidang Ilmu Ekonomi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unair

Alhamdulillah, Gubernur Khofifah Dianugerahi Gelar HC UA Bidang Ilmu Ekonomi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unair
* Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memperoleh anugerah gelar Doktor Honoris Causa (HC UA) Bidang Ilmu Ekonomi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (Unair) di Airlangga Convention Center, Kampus C Unair Surabaya, Minggu (15/10/2023). (Foto: IG Khofifah IP)

Obsessionnews.com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan kabar gembira di akun Instagramnya, yakni ia memperoleh anugerah gelar Doktor Honoris Causa (HC UA) Bidang Ilmu Ekonomi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (Unair) di Airlangga Convention Center, Kampus C Unair Surabaya, Minggu (15/10/2023). Selamat!

 

Baca juga:

Khofifah Indar Parawansa Gencar Tangani Stunting dan Mendorong Kesetaraan bagi Penyandang Disabilitas di Jatim

Di Bawah Kepemimpinan Khofifah, Jatim Dikukuhkan sebagai Lumbung Pangan Nasional

 

 

Berikut ini keterangan tertulis Khofifah selengkapnya di Instagram:

 

Alhamdulillah, melalui proses. panjang sejak tahun 2020 hari ini saya mendapat anugerah gelar Doktor Honoris Causa (HC UA) Bidang Ilmu Ekonomi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (Unair) di Airlangga Convention Center, Kampus C Unair Surabaya, Minggu (15/10).

 

Di hadapan Rektor, jajaran pimpinan Unair, dan ribuan wisudawan program sarjana Unair, Saya menyampaikan orasi ilmiah berjudul ‘Reformasi Sistem Perlindungan Sosial untuk Percepatan Pengentasan Kemiskinan’.

 

Pengalaman sebagai Menteri Sosial RI (2014-2018) bahwa untuk meningkatkan kualitas program perlindungan sosial serta menjawab tantangan yang ada, Pemerintah berkomitmen untuk melanjutkan reformasi sistem perlindungan sosial melalui perbaikan dan pengintegrasian data masyarakat miskin dan rentan, komplementaritas intervensi serta digiitalisasi.

 

Kemudian melalui sinergi dan integrasi program perlindungan sosial, digitalisasi penyaluran bantuan sosial, serta pengembangan sistem perlindungan sosial yang adaptif.

 

Reformasi sistem perlindungan sosial tersebut dilakukan melalui beberapa langkah strategis. Pertama, lewat transformasi Basis Data Terpadu (BDT) menuju sistem pendataan terintegrasi, Satu Data.

 

Kedua, melalui penyempurnaan mekanisme penyaluran berbasis non tunai. Hal ini diharapkan mempercepat terwujudnya pelaksanaan program perlindungan sosial vang efektif berdasarkan prinsip 5T (Tepat sasaran. Tepat jumlah, Tepat waktu, Tepat kualitas, dan Tepat administrasi).

 

Mekanisme penyaluran non tunai yang saat ini berbasis kartu in, ke depannya perlu dikembangkan untuk menggunakan tekonologi keuangan (fintech). Seperti biometrik wajah atau sidik jari, yang memiliki keunggulan infrastruktur transaksi lebih murah, meningkatkan keamanan transaksi, serta memudahkan proses transaksi.

 

Ketiga, integrasi program-program perlindungan sosial. Keempat, sinergi program perlindungan sosial dengan program pemberdayaan antara lain Kelompok Usaha Bersama (KUBE), Usaha Mikro (UMI), Kredit Usaha Rakyat (KUR) serta program ketenagakerjaan.

 

Hal ini sangat penting untuk dilakukan agar penerima bansos yang sudah ‘lulus’ atau sudah graduasi dapat dijaga bahkan ditingkatkan. (arh))

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.