Rabu, 25 Mei 22

Alhamdulillah, Berkat Bantuan KUA Keuntungan Pedagang Martabak di Banjarmasin Naik 4 Kali Lipat

Alhamdulillah, Berkat Bantuan KUA Keuntungan Pedagang Martabak di Banjarmasin Naik 4 Kali Lipat
* Toko Martapura binaan Kantor Urusan Agama (KUA) Banjarmasin, Kalimantan Selatan, yang menjual martabak terang bulan. (Foto: kemenag.go.id)

Banjarmasin Timur, obsessionnews.com –  Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara resmi mengumumkan pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Indonesia pada 2 Maret 2020. Pandemi Covid-19 yang masih berlangsung hingga saat ini tak hanya menelan banyak korban jiwa, tapi juga menggoyangkan sektor-sektor lainnya, termasuk ekonomi.

Ya, pandemi Covid-19 memberikan dampak memilukan bagi sebagian besar masyarakat. Sebagian merasakan kehilangan orang-orang yang dicintai, sebagian lainnya terpaksa mengalami keterpurukan ekonomi.

 

Baca juga:

Wamenag Sebut Revitalisasi KUA untuk Penguatan Moderasi Beragama

Luna Maya Jual Martabak

 

 

Hal ini pula yang dirasakan Nurlela Hasanah, pedagang martabak terang bulan di Pasar Kuripan, Banjarmasin Timur,  Kalimantan Selatan. Sejak pandemi Covid-19 menyerang, penjualan penganan berbahan dasar terigu disertai isian kacang, cokelat, dan keju ini mengalami penurunan yang signifikan. Pasar sepi. Pendapatan pun lebih sering nihil. Tak jarang Nurlela pulang dengan tangan hampa.

Padahal sebelum pandemi saja pendapatan Nurlela dan suami tidak bisa dibilang berlebih. Selama empat jam berjualan di pasar, mulai pukul 07:00 – 11:00 WITA, ia hanya memperoleh keuntungan sebesar Rp 50 ribu.

“Dulu saya hanya menerima keuntungan Rp 50 ribu per harinya, karena sebentarnya waktu berjualan,” kisah Nurlela, Senin (20/12/2021).

Dikutip dari situs kemenag.go.id, Rabu (22/12), disebutkan secercah harapan mulai dirasakan Nurlela dan suami kala Kementerian Agama (Kemenag) meluncurkan program Kantor Urusan Agama (KUA) Percontohan Ekonomi Umat.

“Alhamdulillah, bantuan Kementerian Agama melalui program KUA Percontohan Ekonomi Umat datang memberikan semangat,” ujarnya.

Program yang digawangi  oleh Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf ditujukan untuk 110 keluarga binaan pada 11 KUA Percontohan Ekonomi Umat di Indonesia. Masing-masing keluarga pemilik usaha kecil dan terpilih oleh KUA, diberikan bantuan usaha senilai Rp 10 juta. Nurlela salah satu penerimnya.

Ia merupakan salah satu keluarga binaan di KUA Banjarmasin. Nurlela mengatakan, bantuan itu kemudian dipergunakan untuk mengembangkan usahanya. Selain membuat gerobak untuk kue gerobak terang bulan agar dapat menjajakan dagangan di luar pasar, ia juga mulai membuka usaha penjualan perlengkapan ibadah.

“Bantuan digunakan untuk pembelian perlengkapan usaha penjualan alat-alat ibadah seperti sajadah, peci, baju koko, dan pembuatan gerobak untuk jual terang bulan di luar pasar,” tuturnya.

Nurlela mengatakan, sejak membeli gerobak, penjualan kue terang bulan mengalami kenaikan sampai 4 kali lipat. Jika sebelumnya Nurlela hanya memperoleh keuntungan  Rp 50 ribu per hari, sekarang ia bisa mengantongi  laba hingga  Rp 200 ribu per hari. Belum ditambah hasil penjualan perlengkapan ibadah sebesar Rp 500 ribu per bulannya.

“Alhamdulillah, atas nikmat yang saya terima. Semoga usaha saya menjadi berkah dan bisa membantu masyarakat,” ujar Nurlela.

Di tempat berbeda, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Tarmizi sangat optimis KUA bisa menjadi sentra pemberdayaan ekonomi umat. Alasannya, kata dia, posisi KUA sangat strategis.

“Letak KUA itu sangat strategis sebab KUA berada di tengah masyarakat. KUA tahu betul di mana kantong-kantong dhuafa dan siapa yang punya potensi muzaki,” ujarnya.

Ia berharap bantuan afirmasi yang diberikan oleh Kemenag ini dapat mendorong pertumbuhan  ekonomi umat. Adapun 11 KUA percontohan ekonomi umat tersebut yaitu KUA Matangkuli, Aceh Utara; KUA Gunung Toar, Riau; KUA Sematang Boang, Sumatera Selatan; KUA Gunung Sugih, Lampung; KUA Duren Sawit, Jakarta; KUA Ciawigebang, Jawa Barat; KUA Sidoarjo, Jawa Timur; KUA Banjarnegara, Jawa Tengah, KUA Sewon, Yogyakarta; KUA Banjarmasin, Kalimantan Selatan; dan KUA Biringkanaya, Sulawesi Selatan. (red/arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.