Selasa, 26 Oktober 21

Alfian Kecewa Polda Lambat Tangani Kasus Siska

Alfian Kecewa Polda Lambat Tangani Kasus Siska
* Alfian Helmy Hasjim (kanan), ayah kandung almarhumah Allya Siska Nadya.

Jakarta, Obsessioonews – Alfian Helmy Hasjim selaku ayah kandung almarhumah Allya Siska Nadya, korban meninggal akibat dugaan malpraktik klinik Chiropractic First Indonesia (CFI) Pondok Indah Mall Jakarta, merasa kecewa dengan lambatnya langkah pihak Polda Metro Jaya dalam menangani kasus kematian Allya Siska. Padahal, Polda sudah tetapkan tersangka dokter Chiropractic dr Randall Cafferty yang kini kabur setelah menangani Siska hingga meninggal dunia, dan Kan Wilming, WN Malaysia direktur CFI.

“Saya kecewa sekali, hingga kini kasus kematian anak saya tidak tuntas ditangani Polda. Padahal Randall sudah jadi tersangka,” kesal Alfian kepada Obsessionnews.com, Jumat (25/3/2016). Sebelumnya, Alfian bersama pengacaranya sudah bertemu Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Krishna Murti, di ruang kerjanya, Kamis (10/3/2016).

Sebenarnya, kekesalan Alfian sudah lama menyusul kematian Siska beberapa bulan lalu, karena permintaan cekal terhadap Randall tidak juga dilakukan pihak Polda. “Waktu saya minta Randall supaya dicekal dulu, jawabnya nanti-nanti… Ya, lari lah (kabur) Randall akhirnya,” sesalnya pula.

“Saya khawatir polisi ‘masuk angin’ karena Chiropractic kan modal besar. Ini harus dilawan. Saya relakan jasad anak saya (Allya Siska) untuk diotopsi dengan pengorbanan batin yang luar biasa saya, tapi kemudian (kini) polisi diamkan, aduh sakitnya,” guman Alfian.

kuburan siska usai dibongkar

Ia pun membandingkan penanganan polisi terhadap kasus ‘kopi sianida’ Jessica. “Saya ngomong dengan pak Krishna kalau Jessica belum apa-apa belum tersangka sudah dicekal polisi. (Tapi) Randall dulu sudah tersangka tidak dicekal,” umpat Alfian.

Ayah kandung Almarhumah Allya Siska ini pun mempertanyakan hingga kini pihak Polda tidak segera melacak keberadaan Randall yang diduga sudah kabur ke Amerika. Apalagi, Polda Jaya menyatakan sudah menggandeng Interpol dan FBI.

“Randall kini (sembunyi) di Amerika, Polri katanya gandeng FBI mana buktinya? Anakku sudah diotopsi, bongkar makamnya, batinku sudah dirusak. Ini kan urusan nyawa Siska. Malah Polisi (pihak Kombes Krishna Murti) kok sudah ke Australia dalam kaitan kasus Jessica,” tambahnya.

“Siska sudah dimakamkan lama 6 bulan tapi kabarnya pemberkasan belum selesai sehingga belum bisa dikirim ke Amerika,” sesalnya pula.

Akibat kekesalannya yang sudah tidak bisa tertahan, akhirnya Alfian mengirimkan surat pengaduan kepada Presiden Jokowi dan sudah diterima oleh Sekretariat Negara (Setneg). “Saya masukkan surat ‘kekesalan’ ke Presiden, kenapa kok kasus (Siska) ini mangkrak,” gerutunya.

“Saya sudah bersurat kepada Presien dan Wapres, mohon agar Presidenberi perhatian pada Polda. Surat DPO bagi Kan Wan Ming kapan, besokkah? Yang tentang kontrak dengan Pondok Indah Mall 1 juga belum diusut, sebagai penyedia ruangan/TKP,” harapnya.

Alfian juga menyatakan kecewa terhadap bobroknya perizinan di negeri ini, sehingga dr Randall Cafferty bisa lolos bekerja di klinik Chiropractic di Indonesia padahal sudah pernah lakukan malpraktik di Amerika dan izinnya dicabut. Siska meninggal dunia di RS Pondok Indah Jakarta, Jumat 7 Agustus 2015,  diduga menjadi korban malpraktik yang dilakukan terapis asal Amerika Serikat, dr Randall Cafferty, di Chiropractic First Pondok Indah Mall.

Tim Forensik Otopsi Siska di Makam TPU Tanah Kusir.
Tim Forensik Otopsi Siska di Makam TPU Tanah Kusir.

Terapis ‘Pembunuh’ Siska Tersangkut Kasus Malpraktik di AS

Terapis Dr Randall Cafferty yang berpraktik di Chiropractic First The Spine & Nerve Clinic, Cabang Pondok Indah Mall 2, Jakarta Selatan, ternyata pernah tersangkut kasus serupa di negeri asalnya, Amerika Serikat. Izin praktiknya pun dicabut.

Baca juga:

Allya Siska, Gadis Cantik Wafat Setelah Terapi
Bayar Pengobatan 17 Juta, Siska Malah Meninggal
Salah Terapi di Chiropractic, Nyawa Adikku Melayang 6 Jam
Siska Korban Malpraktik, Adik yang Pemberani

Kasus Malpraktik Siska, IDI Belum Dipanggil Polda

Dinkes DKI Akan Pelajari Kasus Dugaan Malpraktik Klinik CF

Siska dan Dunia Sosmed

Berdasarkan hasil penelusuran obsessionnews.com, Departemen Consumers Affairs, negara bagian California, AS, pernah mencabut izin praktik Randall pada 13 Maret 2013. Izin itu dicabut menyusul pengaduan malpraktik seorang pasien yang ditanganinya pada 22 Agustus 2012.

Para anggota dewan penguji praktisi chiropractic (Board of Chiropractic Examiners) dari Departemen Consumers Affairs, California, dalam laporannya ke publik mencatat beberapa chiropractor (praktisi chiropractic ) telah melakukan malpraktik sehingga izin praktiknya harus dicabut.

Terhadap Randall Cafferty, dewan penguji menyatakan chiropractor satu ini jelas terbukti telah melakukan tindakan “Unprofessional conduct” (cara-cara tidak profesional) dan “Conviction of a crime” (terbukti melakukan aksi kriminal).

dr Randall Cafferty yang diduga lakukan malpraktik, kini dikabarkan lari keluar dari Indonesia.
dr Randall Cafferty telah kabur keluar dari Indonesia.

randallKala itu malpraktik terjadi di kilinik miliknya, Randall Cafferty Chiropractic Clinic, beralamat di 981 Civic Center Dr, Vista, California, AS.

Dengan kata lain, Randall yang diduga kuat telah ‘membunuh’ Allya Siska Nadia, ini, di kliniknya di Pondok Indah, Jakarta Selatan, memang terbukti sudah bermasalah sejak dari negerinya. Kini, Randall dikabarkan sudah kabur dari Indonesia.

Siska meninggal dunia di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta, Jumat (7/8/2015) pagi. Dia diduga menjadi korban malpraktik saat menjalani treatment di Chiropractic First The Spine & Nerve Clinic Cabang Pondok Indah Mall, Jakarta Selatan Kamis (6/8). Di klinik terapi asing itu dia ditangani oleh dr Randal Cafferty, warga negara asing (WNA).

Pada 5 Agustus 2015, untuk pertama kalinya Allya melakukan konsultasi dengan Dr Randall Cafferty, praktisi Chiropratic asal AS. Setelah melakukan interview dan mengisi formulir pengetahuan terhadap Chiropratic, serta masalah yang dihadapi, pada 6 Agustus, Allya kembali ke klinik kalangan the have tersebut. Ia membayar uang sejumlah Rp17 juta untuk pembayaran Therapy Adjustment sebanyak 40 kali sesuai dengan yang direkomendasikan Dr Randall Cafferty. “Karena terapi dilakukan setelah membayar lunas,” ungkap Alfian Helmy, ayah Siska.

Ada kejanggalan yang diperhatikan Alfian yang turut mengantar puterinya bersama sang isteri. Dalam sehari terapi dilakukan sampai dua kali, yakni sekitar pukul 13.00 dan 18.30 WIB. Namun apa daya, berharap anak menjadi lekas sehat, maka Alfian mengikuti kehendak klinik.

Arnisda Helmy, sang ibu, yang turut mengantar ke ruang terapi menggambarkan, salah satu metode terapi yang dilakukan meminta Allya pada posisi tengkurap di ranjang. Kemudian sang terapis menggerakkan kepala Allya ke kanan dan ke kiri beberapa kali, hingga pada tulang leher terdengar suara: kreeek.

Ketika perjalanan pulang ke rumahnya di kawasan Bintaro, Allya tak merasakan apa-apa. Tetapi, boro-boro rasa pegal di lehernya hilang, setiba di rumah sekitar pukul 23.00 malam ia meringkih akibat kesakitan sangat di bagian lehernya, hingga berteriak dan tersedu sedan.

Sang ayah panik, dan langsung melarikan Allya ke ICU RS Pondok Indah tengah malam itu juga. Ia ditangani oleh Dr Fahreza Aditya Neldy, untuk mendapatkan pertolongan medis darurat. Tetapi man proposes but God disposes. Manusia berusaha tetapi Tuhan juga yang menentukan. Takdir memanggil Allya. Ajal tiba tepat pukul 06.15 pagi WIB menjelang mentari bersinar. Innalillahi wa inna ilaihi rojiun.

Chiropractic First Pondok Indah disegel aparat.
Chiropractic First Pondok Indah disegel aparat.

Sebelumnya, Alfian Helmy Hasjim didampingi pengacaranya, Rosita Radja, mendatangi Mapolda Metro Jaya, menuntut penuntasan kasus kematian Allya Siska Nadya (33) korban malpraktik Chiropractic Firts Indonesia (CFI). (Baca: Apa Kabar Kasus Kematian Allya Siska?)

Mereka akhirnya ditemui langsung oleh Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Krishna Murti, di ruang kerjanya, Kamis (10/3/2016).  (Baca: Allya Siska, Gadis Cantik Wafat Setelah Terapi)

“Sabar ya, Pak Alfian. Petugas kami masih terus memburu tersangka Randall yang berada di AS, dengan minta bantuan interpol. Yang bersangkutan tidak bisa ditangkap karena di luar wilayah Indonesia, jadi harus berkoordinasi dengan polisi negara setempat,” ujar  Krishna seperti dituturkan Rosita Radja, kepada Obsessionnews.com. (Baca: Polda Jaya Tetapkan Randall Tersangka Dua Perkara)

Krishna menambahkan, sampai saat ini tersangka dalam kasus tersebut sementara tetap dua orang, yakni  dr Randall Cafferty, yang menangani Siska sehingga meninggal dunia dan Kan Wilming, WN Malaysia direktur CFI  di Pondok Indah Mal (PIM) juga ditetapkan jadi tersangka. Penyidik akan serius untuk menuntaskan kasus ini. “Jadi dimohon kesabarannya,” katanya. (Baca: FBI Informasikan ke Polda, Randall Berada di Amerika) (Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.