Sabtu, 24 Oktober 20

Alasan Obama Cabut Embargo 20 Tahun Sudan

Alasan Obama Cabut Embargo 20 Tahun Sudan

Jakarta, Obsessionnews.com – Selama dua dekade Amerika Serikat (AS) memberlakukan embargo semua jenis perdagangan dan ekonomi terhadap negara Sudan. Selasa (17/1/2017), efektif sanksi yang berlangsung 20 tahun ini resmi dicabut oleh negara adikuasa.

Namun, AS tetap memantau perkembangan negara yang terkenal memiliki dua sungai nil terpanjang di dunia ini. Serta akan merevisi sanksi tersebut dalam jangka enam bulan atau 180 hari.

Sebagaimana diatur dalam Perintah Eksekutif yang dikeluarkan oleh Presiden AS Barack Obama pada 13 Januari 201 7, AS mengakui tindakan positif pemerintah Sudan yang meliputi penyelesaian perdamaian.

Sudan berusaha juga membangun citra positif soal hak asasi manusia. Melakukan kerjasama dengan baik antara Amerika dan Sudan dalam memerangi terorisme.

Penghapusan sanksi ini memungkinkan Sudan melakukan aktivitas perdagangan secara luas dengan AS dan negara-negara lain, termasuk dalam bidang investasi dan transaksi dengan bank di seluruh dunia.

Sementara, Menteri Luar Negeri Sudan, HE Proi Ibrahim Ghandour mengapresiasi keputusan Amerika sebagai langkah maju dalam menghapus semua hambatan. Termasuk penghapusan Sudan dari daftar sebagai negara yang mendukung terorisme.

Ia juga bertekad untuk melanjutkan kerjasama dengan administrasi Amerika soal semua isu yang menyangkut kepentingan bersama antar kedua negara.

Tentunya perkembangan politik ini, lanjutnya, diprakarsai oleh Presiden Sudan, HE Mr. Omer Hassan Ahmed Al Bashir, dimana semua pihak di Sudan mampu menjaga perdamaian dan stabilitas di negara, sebagai konstitusi baru.

Sumber resmi dari Kedutaan Besar Sudan di Jakarta menyatakan menyambut baik langkah AS terhadap pencabutan sangsi tersebut.

Kedutaan berharap, dengan adanya pencabutan sanksi akan membuka jalan bagi kerjasama yang positif dengan semua pemerintah di Indonesia, Singapura dan Australia dan dengan masyarakat bisnis di negara-negara tersebut.

Dapat kembali melakukan aktivitas ekonomi dan perdagangan dengan AS dan negara-negara lain, termasuk dalam bidang investasi dan transaksi dengan bank di seluruh dunia.

Dilansir laman Aljazeera, menjelaskan Sudan akan dapat menerima barang dan jasa yang diimpor dari Amerika Serikat, sebagaimana diizinkan oleh Departemen Keuangan AS.

Pencambutan sanksi ini juga akan merilis aset properti Sudan yang dimiliki di AS, dan memungkinkan perdagangan dengan industri minyak dan gas di Sudan.

Langkah ini diharapkan dapat mengatasi masalah termasuk aksesibilitas peningkatan bantuan dan upaya untuk mengakhiri konflik Darfur, Sudan.

“Sudan sejak lama menyatakan keinginannya untuk keluar dari sanksi ini, serta pembatasan lain oleh Amerika. Selama dua tahun terakhir, kami telah mencari cara untuk terlibat dengan Sudan dalam cara kita bisa mengatasi beberapa kekurangan kepercayaan dari masa lalu,” ungkapnya.

Sementara, sikap Presiden AS terpilih Donald Trump tentang penghapusan sanksi ini belum diketahui.

“Langkah ini merupakan perkembangan positif dan penting untuk hubungan bilateral antara Amerika Serikat dan Sudan, dan merupakan hasil alami dari upaya bersama,” ucap Gharib Allah Khidir, juru bicara kementerian luar negeri Sudan.

Darfur berkonflik mematikan sejak 2003, ketika suku-suku etnik minoritas mengangkat senjata melawan pemerintah. Omar Bashir yang memimpin Sudan sejak 30 Juni 1989 oleh Pengadilan Kriminal Internasional diburu AS terhadap  kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Tapi Presiden yang pernah menghadiri acara Konferensi Tingkat Tinggi Luar Biasa Organisasi Kerja Sama Islam (KTT LB OKI) di Jakarta pada 7 Maret 2016 lalu menyangkal tuduhan itu. (Popi Rahim)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.