Minggu, 5 Juli 20

Alasan Koalisi Jokowi-JK Serahkan Ketua MPR ke DPD

Alasan Koalisi Jokowi-JK Serahkan Ketua MPR ke DPD

Jakarta – Setelah gagal merebut kursi Ketua DPR RI, Koalisi Indonesia Hebat (KIH) kini kembali akan bersaing merebut kursi Ketua MPR RI. Beragam strategi pun dicanangkan oleh KIH, yakni dengan menyerahkan jabatan Ketua MPR ke Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI.

Selain itu, KIH yang terdiri dari partai pendukung Jokowi-JK ini juga mengajak Koalisi Merah Putih (KMP) untuk membagi kursi dalam paket pimpinan MPR. Lantas apa alasan yang mendasar KIH memilih jalan tengah dalam perebutan kursi MPR?

Ketua DPP Partai Hanura Saleh Husin mengatakan, keinginan ini diambil setelah ada permintaan dari DPD untuk sama-sama memimpin MPR. ‎Dengan begitu KIH memandang perlu diupayakan jalan tengah, untuk menjembatani kepentingan DPD, dan juga KMP.

“Ada keinginan dari DPD untuk menjadi ketua. Akhirnya, kami putuskan untuk bersama-sama dengan koalisi Jokowi-JK masuk dalam unsur pimpinan itu,” kata Saleh, Minggu (5/10/2014).

Paket yang ditawarkan oleh koalisi Jokowi-JK yakni, satu kursi dari DPD, dua kursi untuk koalisi Merah Putih, dan dua kursi lain untuk kubu Jokowi-JK. Usulan ini nanti bisa dibahas melalui jalan musyawarah mufakat, agar tidak terjadi pergeseran keras di dalam sidang.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal PDI-P Ahmad Basarah, juga mengatakan pihaknya merasa perlu untuk merangkul KMP dalam merebut kursi Ketua MPR. Dengan cara tersebut, Basarah yakin kali ini KIH masih bisa mendapat peluang untuk ikut sama-sama memimpin MPR.

“Ini malah bagus terbuka untuk diskusi. Kalau kami mengajukan sendiri, malah jadi buntut,” ucap Basarah.

Koalisi pendukung Jokowi-JK memang tengah menghadapi tantangan di parlemen. Pasalnya, dalam satu pekan ini mereka sudah dibuat tidak berkutik oleh KMP yang telah memenangkan paket pimpinan DPR. Pendukung Jokowi-JK juga harus menerima kekalahan terkait disahkannya RUU Pilkada oleh DPR.

Kekalahan ini disebabkan karena pengambilan keputusan selalu diambil melalui jalur voting. Sementara koalisi Jokowi-JK hanya diisi oleh PDI-P, Partai Hanura, Partai Nasdem, dan PKB. Jumlah ini masih kalah kuat dari KMP yang diisi oleh enam partai politik, termasuk Partai Demokrat.

‎Paket pimpinan DPR yang akhirnya terpilih yakni Setya Novanto (Golkar), Agus Hermanto (Partai Demokrat), Fahri Hamzah (PKS), dan Fadli Zon (Gerindra). Pada Senin, MPR akan kembali bersidang untuk memilih paket pimpinan MPR.‎ (Abn)

 

Related posts