Rabu, 12 Agustus 20

Alasan Keamanan, Menko Polhukam Minta Ical Tidak Gelar Munas di Bali

Alasan Keamanan, Menko Polhukam Minta Ical Tidak Gelar Munas di Bali

Jakarta – Menko Polhukam Tedjo Edhy Purdijatno minta kubu Ical memikirkan aspek keamanan bila tetap menggelar Munas Partai Golkar di Bali. Peristiwa bentrokan yang terjadi dikantor DPP Golkar Jakarta baru-baru ini harus menjadi acuan bersama.

“Saya berharap kalau dia tetap melaksanakan ya tidak apa-apa. Artinya, kami sebagai yang beranggung jawab dalam masalah keamanan sudah mengingatkan,” ujar Tedjo di Istana Presiden, Jakarta, Kamis (27/11/2014).

Menteri Tedjo memperkirakan massa yang akan menghadiri Munas partai golkar di Bali dalam jumlah besar. Sebab dua kelompok yang berbeda pendangan di internal Partai Golkar akan saling menghadang. Kubu Ical di satu sisi, sedangkan Agung Laksono berada di kubu seberang. Sehingga menurut Tedjo Munas Golkar berpotensi menimbulkan keributan.

Tedjo menambahkan bila konflik golkar berlanjut hingga ke munas di bali maka hal itu bisa mengganggu wisatawan disana. Apalagi kata dia, Munas Golkar itu diadakan disaat ramainya wisatawan asing berkunjung ke sana.

“Silahkan dihitung sendiri apakah ini bahaya atau tidak. Kalau mau Munas ya silahkan saja tapi itu harus ada jaminan bahwa itu dilakukan dengan baik tanpa adanya kebibutan. Ini efeknya banyak sekali,” katanya.

Tedjo saat ini sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan Badan Inteljen Negara agar kedua lembaga itu meminta pihak Ical memikirkan ulang menggelar Munas di Bali.

Dia mengatakan tidak bermaksud mencampuri urusan internal Golkar, namun demi kepentingan publik dia terpaksa harus turun tangan supaya mencegah pertikaian kembali terjadi. Pulau Dewata dianggap merupakan kota wisata yang palin banyak dimintai oleh wisatawan. (Has)

 

Related posts