Kamis, 2 Desember 21

Alasan Hasil Quick Count Pasangan Asyik Jauh Tinggi Dibanding Survei

Alasan Hasil Quick Count Pasangan Asyik Jauh Tinggi Dibanding Survei
* Kandidat calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat Sudrajat-Ahmad Syaikhu.

Jakarta, Obsessionnews.com – Pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu atau Asyik yang diusung Gerindra, PKS, dan PAN tampil mengejutkan. Saat sejumlah lembaga survei menyatakan elektabilitas Asyik 6-7 persen sebelum Pilkada Jawa Barat dimulai. Namun faktanya hasil versi hitung cepat (quick count) jauh lebih tinggi.

Misalnya, hasil quick count SMRC pada Rabu (27/6/2018) dengan data terkumpul mencapai 100% menempatkan pasangan Asyik di posisi kedua dengan raihan 29,58% suara.

Padahal sebelum pemilihan, SMRC menyebut pasangan Asyik hanya memperoleh 7,9% suara lewat metode simulasi kertas suara yang diberikan responden.

Hal itu berdasarkan survei yang dilakukan pada 22 Mei-1 Juni 2018 dengan sampel sebanyak 820 orang, metode multistage random sampling dengan jumlah proporsional. Sedangkan toleransi kesalahan (margin of error) survei diperkirakan ± 3,5% pada tingkat kepercayaan 95 persen, dengan asumsi simple random sampling.

Demikian juga hasil quick count dari Indo Barometer juga menempatkan pasangan ini di posisi kedua dengan raihan 28.54% suara. Padahal, Indo Barometer pernah memprediksi pasangan Asyik hanya mendapat suara 6,1%.

Hal itu didasarkan pada survei yang digelar di 27 kabupaten/kota Provinsi Jawa Barat pada 7-13 Juni 2018 dengan jumlah responden 1.200 orang. Margin of error penelitian ini sebesar +- 2,83%, dengan tingkat kepercayaan 95% dan metode penarikan sampel adalah multistage random sampling. Teknik pengumpulan data dengan wawancara tatap muka responden menggunakan kuesioner.

Mengapa hasil quick count pasangan Asyik bisa jauh lebih tinggi dibandingkan hasil survei sebelum Pilkada?

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menyebut setidaknya ada tiga hal yang menjadi kunci mereka tampil agresif. Pertama adalah faktor turunnya Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dan mantan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) secara penuh di akhir masa kampanye.

“Pertama tentu turunnya Pak Prabowo dan Kang Aher full di akhir. Ini diikutkan juga dengan kejutan Asyik ketika kampanye debat kedua. Yang secara tegas bikin kaos 2018AsyikMenang, 2019GantiPresiden. Ini diferensiasinya kuat sekali, dan itu kita lakukan H-10,” kata Mardani, Kamis (28/6/2018).

Faktor kedua, Mardani mengatakan ada pengaruh gerakan sistematis di media sosial. Dia menyatakan efektifitas isu di media sosial berpengaruh terhadap perolehan suara paslon ini.
“Sosial media kita bekerja dengan baik dan itu melingkupi lintas generasi. Karena ada yang main di sosial media buat milenial, ada yang kalangan ulama dan lain-lain,” sambungnya.

Ketiga, dia mengatakan ada efek dari dukungan solid gerakan 212. Ia juga menyatakan soliditas kader partai pendukung, salah satunya PKS, berpengaruh dalam perolehan suara paslon ini.

“Poin 3, dukungan solid dari gerakan 212, para ulama, dan orang-orang yang ingin ganti presiden. Oh iya (soliditas kader PKS), kita galang dana karena dana nggak cukup untuk saksi ngumpul dana sendiri. Ada satu kelompok ngumpulin Rp 500 ribu, kelompok pengajian. Ini soliditas kader luar biasa,” tutur Mardani. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.