Selasa, 14 Juli 20

Alasan Golkar Bentuk Munas Rekonsiliasi Untuk Hadapi Pilkada 2015

Alasan Golkar Bentuk Munas Rekonsiliasi Untuk Hadapi Pilkada 2015

Jakarta – Mantan Wakil Ketua Pansus RUU Pemilu dari Fraksi Golkar, Taufik Hidayat mengatakan kubu antara DPP Golkar pimpinan Aburizal Bakri (ARB) dan DPP Golkar pimpinan Agung Laksono segera menempuh jalan melalui Musyawarah Nasional (Munas) rekonsiliasi, damai atau Munas persatuan untuk mencegah perpecahan partai dan menghadapi Pemilukada 2015 mendatang.

Maka dari itu, lanjut Taufik, Munas rekonsiliasi itu perlu segera dilaksanakan. Sebab, ada agenda politik nasional yang bakal dihadapi partai politik, terutama Partai Golkar. Menurut dia, Partai Golkar perlu memiliki persiapan yang matang dalam menghadapi perhelatan Pilkada serentak 2015 tersebut.

“Jadwal yang sementara ini kita simulasi, bila Pilkada serentak digelar November atau Desember 2015, maka proses uji publik yang jadi amanat dalam Perppu Pilkada, kira-kira bulan September,” ujar Taufik di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (16/12/2014).

Bila uji publik pada September, masih kata Taufik, maka proses pendaftaran bakal calon yang ditentukan yaitu enam bulan sebelum uji publik. “Yaitu bulan Maret 2015,” katanya.

Menurut Taufik, dalam kondisi Partai Golkar saat ini yang memiliki dua kepengurusan, persiapan dalam menghadapi Pilkada serentak itu menjadi sebuah tantangan bagi partainya. Oleh karena itu, Mesti jauh-jauh hari persiapannya.

“Ini persoalan serius bagi pengurus partai di DPD I dan DPD II menghadapi pilkada serentak, persoalan besar,” ungkapnya.

Taufik juga menjelaskan, desakan agar Munas rekonsiliasi segera digelar itu juga aspirasi dari para pengurus daerah. Sejauh ini, menurut dia, aspirsi itu belum terwadahi dengan baik.”Maka itu, bersama-sama kita dorong agar ada proses penyeleaian damai, rekonsiliasi dalam menghadapi konflik Partai Golkar,” pungkasnya. (Pur)

 

Related posts