Minggu, 23 Januari 22

Aku Tak Mau Melayani Kamu, Karena …

Aku Tak Mau Melayani Kamu, Karena …

Oleh: Budi Rahardjo, Dosen Teknik Elektro ITB

 

Mundur beberapa tahun. Flash back. Di sebuah tempat nun jauh di sana.

Ada sebuah kedai yang menjual makanan dan minuman. Pada suatu hari ada seseorang yang ingin membeli makanan di kedai tersebut. Dia sudah menyiapkan uangnya dan kemudian memasuki kedai tersebut. Pemilik kedai menyambutnya, tetapi bukan seperti yang dia perkirakan.

Pemilik kedai: “Maaf, kami tidak dapat melayani Anda”

Calon pembeli: “Lho? Kenapa?”

Awalnya pemilik kedai berkelit. Muter-muter. Mencari pembenaran. Namun akhirnya dia menjawab juga dengan alasan sebenarnya.

Pemilik kedai: “Maaf, kami tidak dapat melayani Anda karena warna kulit Anda”

Calon pembeli: “Memangnya kenapa warna kulit saya?”

Pemilik kedai: “Kulit Anda berwarna”

Ah … itu sebabnya. Ternyata kedai itu hanya melayani orang memiliki kulit yang sama. Apartheid. Kejadian seperti ini tidak hanya terjadi di Afrika Selatan saja, tetapi di Amerika dan juga di Indonesia. Sejarah menceritakan bagaimana orang yang memiliki kulit berwarna tidak layak untuk menerima layanan. Salahkah sang pemilik kedai? Bukankah hak dia untuk menolak pembeli? Bagaimana menurut Anda?

Maju ke depan. Fast forward.  Zaman sekarang banyak orang yang merasa bahwa penolakan memberikan layanan karena calon pembeli berbeda itu sudah tidak ada, tetapi ternyata ini adalah pendapat yang salah. Saat ini dapat kita temukan orang-orang yang tidak mau memberikan layanan kepada orang yang berbeda warna kulit, berbeda pandangan politik (atau klub sepak bola), berbeda agama, berbeda suku, dan seterusnya. Tanpa disadari dia melakukan apa-apa yang pernah dilakukan oleh bangsa penjajah kepada bangsanya.

Ah. Sadarkah kita?

Sumber: rahard.wordpress.com

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.