Jumat, 7 Oktober 22

Aktivis Protes Gerakan 98 Disebut Separatis

Aktivis Protes Gerakan 98 Disebut Separatis

Jakarta – Film “Dibalik 98” akan ditayangkan serentak di berbagai bioskop pada 15 Januari 2015. Namun, belum diluncurkan film tersebut sudah menuai protes kalangan Aktivis 98. Adian Napitupulu tidak menerima jika kalangan Aktivis 98 diklaim sebagai gerakan separatis.

“Walaupun saya belum melihat isi film ‘Dibalik 98’ namun dari membaca berbagai pemberitaan di media, maka saya perlu menyampaikan protes terbuka atas penggunaan istilah yang salah kaprah. Entah sengaja atau tidak, tapi jelas istilah itu bermakna mendiskreditkan Gerakan 98 dan semua yang terlibat didalamnya,” ungkap Adian kepada Obsessionnews, Senin (5/1/2015).

Meski film ini belum diputar, namun di beberapa media telah memberitakan sekilas alur cerita film ‘Dibalik 98’ dengan mengkonotasikan gerakan yang dilakukan mahasiswa seluruh Indonesia pada saat itu adalah gerakan separatis. Adian pun menganggap konotasi ini memojokkan perjuangan Mahasiswa saat itu.

“Saya tidak mengerti apakah sutradara atau produser atau siapapun yang menyatakan hal itu, mengerti arti kata separatis atau tidak, tapi yang jelas penyamaan gerakan 98 dengan gerakan separatis tentu menujukan bahwa mereka yang bicara tidak mengerti arti kata separatis atau memang sengaja menggiring opini, memutarbalikan fakta bahwa gerakan 98 adalah gerakan untuk memisahkan diri dari NKRI,” tegasnya.

“Penggunaan istilah Separatis ini lanjutnya sama saja artinya dengan membunuh berkali-kali mereka yang telah gugur di Trisakti, Semanggi, Jogja, Solo, Palembang, Lampung dan lain-lain. Sama saja dengan kembali berulang-ulang memukuli kepala kami dengan rotan, berulang-ulang menembaki kami hingga hari ini,” ungkap Adian yang juga Sekjen PENA 98 (Perhimpunan Nasional Aktivis 98).

Ia pun mengganggap bahwa gerakan 98 bukanlah gerakan separatis tetapi gerakan sosial Rakyat dengan kepeloporan Mahasiswa yang menuntut perubahan yang lebih baik dan turunnya Soeharto merupakan salah satu tahap penting untuk membuka jalan perubahan.

Adian juga meminta kepada pihak-pihak yang terkait dengan proses produksi menjelaskan secara terbuka maksud dari penggunaan istilah separatis agar tidak ada kesalapahaman. “Jika memang salah, baiknya segera minta maaf pada semua pelaku sejarah 98 serta sanak keluarga mereka yang gugur. Tapi bila memang merasa diri benar dalam menggunakan istilah itu maka baiknya kita berdebat secara terbuka dihadapan Rakyat untuk mempertanggung jawabkan penggunaan istilah tersebut,” tegasnya.

Nama aktor utama film “Dibalik 98” diantaranya Chelsea Island, Boy William, Donny Almasyah dan Baadila, Verdi Solaiman Alya Rohali, Teuku Wisnu Wikana, Ririn Ekawari, Amaroso Katamsi dan Bima Azriel. Film ini disutradarai oleh Lukman Sardi. (Asm)

 

Related posts