Minggu, 29 Mei 22

Aksi Terorisme Belakangan Ini Disebut Sebagai Upaya Ganggu Stabilitas

Aksi Terorisme Belakangan Ini Disebut Sebagai Upaya Ganggu Stabilitas
* Lokasi bom bunuh diri di salah satu gereja di Surabaya, Jawa Timur.

Jakarta, Obsessionnews.com – Ketua Badan Pengurus Setara Institute Hendardi menilai intensitas aksi terorisme belakangan ini terjadi adalah bagian dari upaya menganggu stabilitas keamanan nasional, di tengah kontestasi elit di tahun politik 2018 dan 2019. 

Karena itu, diingatkan bagi para elit politik untuk tidak bermain-main dengan isu intoleransi, radikalisme, dan terorisme dengan memberi ruang-ruang inkubasi yang kondusif bagi kelompok intoleran-radikal melakukan aksi kekerasan. 

“Sekecil apapun gejala itu, harus ditangkap sebagai titik permulaan dari aksi yang lebih serius di kemudian hari,” kata Hendardi melalui siaran pers, Minggu (13/5/2018).

Sementara itu, menurut Hendardi pada saat yang sama, elit politik yang berkuasa juga harus sungguh-sungguh mengatasi berbagai bibit perpecahan, gejala segregasi sosial-keagamaan, aksi intoleransi, maupun tindakan lain yang dipandang perlu untuk dilakukan.

Hendardi juga mengimbau masyarakat tidak terpecah belah oleh upaya-upaya provokasi dengan kekerasan yang menyasar tempat-tempat ibadah. Masyarakat tidak perlu takut dan harus mampu bergandeng tangan mengatasi aksi intoleransi, radikalisme, dan terorisme. 

“Aksi bela sungkawa tidak perlu ditunjukkan dengan menyebar gambar, video, dan material lain yang justru menyebarluaskan pesan ketakutan semakin meluas, sebagaimana yang dikehendaki oleh setiap aksi kekerasan,” pungkas dia. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.