Senin, 18 Oktober 21

Aksi Teror di New York Tewaskan Delapan Warga

Aksi Teror di New York Tewaskan Delapan Warga
* Serangan teror di Manhattan. (ParsToday)

Sedikitnya delapan orang tewas dan sejumlah lainnya terluka setelah sebuah kendaraan menabrak warga kota New York City, demikian menurut keterangan polisi dan warga setempat yang juga melaporkan terjadinya tembakan di lokasi.

Insiden terjadi di pusat kota Manhattan pada Selasa (31/10/2017), ketika sebuah truk melaju dengan cepat dari arah yang berlawanan melintasi jalur sepeda di West Side Highway dan menabrak sejumlah pengendara sepeda di dekat tugu World Trade Center.

Menurut para saksi mata, jenazah-jenazah bergeletak tanpa nyawa di jalur sepeda di luar Stuyvesant High School, salah satu sekolah umum, dimana mereka juga mendengar sembilan atau 10 tembakan.

Walikota New York City, Bill de Blasio menilai serangan tersebut “aksi teror pengecut” yang ditujukan terhadap warga sipil tidak berdosa.

Segera setelah insiden itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam tweetnya menulis, “Di NYC, tampaknya terjadi serangan lain oleh seseorang yang sangat sakit dan gila. Petugas keamanan sedang mengikuti peristiwa ini dari dekat. Tidak di Amerika!” tegas Trump seraya menekankan bahwa Amerika Serikat tidak akan membiarkan kelompok teroris Daesh memasuki negara ini, setelah mereka terkalahkan di luar negeri.

Dalam sebuah konferensi pers, Gubernur New York, Andrew Cuomo, mengatakan bahwa tersangka tampaknya bertindak sendiri dan menegaskan, “Tidak ada bukti yang menunjukkan plot atau skema yang lebih luas. Inilah tindakan satu individu yang dimaksudkan untuk menimbulkan rasa sakit dan bahaya dan mungkin kematian.”

Penyelidikan awal oleh polisi mengindikasikan bahwa tersangka serangan Selasa itu adalah seorang warga Uzbek berusia 29 tahun, Sayfullo Habibullaevic Saipov, yang datang ke AS pada tahun 2010 dan tinggal di Florida.

Aparat kepolisian melakukan penjagaan ketat di sekitar lokasi kejadian insiden di New York, Rabu (31/11) waktu setempat. (BBC)

Trump Perketat Pemeriksaan Turis
Presiden Donald Trump memerintahkan pemeriksaan lebih ketat terhadap para turis yang berkunjung ke Amerika Serikat (AS) menyusul insiden teror yang menewaskan delapan orang dan melukai belasan lainnya di New York, AS.

“Saya baru saja memerintahkan Kementerian keamanan dalam negeri untuk meningkatkan pemeriksaan ekstrim,” kata Trump melalui akun Twitter miliknya.

Minggu lalu, maskapai penerbangan global mulai menerapkan wawancara keamanan bagi calon penumpang dengan tujuan Amerika Serikat sebelum masuk ke pesawat.

Insiden teror terakhir, yang terjadi di New York, menewaskan delapan orang setelah supir sebuah mobil pikap menabrak orang-orang di jalur pejalan kaki dan sepeda di Lower Manhattan.

Seorang pria berusia 29 tahun yang ke luar dari kendaraan itu -bersenjatakan dua pistol- kemudian ditembak polisi sehingga cedera dan kini sudah ditahan.

Sayfullo Saipov, nama pria itu, dilaporkan bernama Sayfullo Saipov. Dia adalah seorang imigran yang datang ke AS tahun 2010 dan tinggal di Florida. (ParsToday/bbc.com)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.