Kamis, 30 Juni 22

Aksi Demo di Depan MK, Tinggalkan Masalah

Aksi Demo di Depan MK, Tinggalkan Masalah

Jakarta – Sidang lanjutan Perselisihan Hasil Pemilu Presiden (Pilpres) 2014 atas gugatan Prabowo-Hatta di Mahkamah Konstitusi (MK), Senin (11/8/2014), dihadiri ribuan massa aksi yang berada di depan gedung MK, jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta pusat. Massa aksi dari partai pendukung koalisi Prabowo-Hatta, Gerindra, PAN, PKS, Golkar dan Demokrat, serta relawan diantaranya dari Aliansi Penyelamat Pemilu (APP), KOMANDO, TAJI dan ratusan relawan lainya.

Menariknya massa aksi tidak hanya dari kalangan aliansi saja namun dari kalangan mahasiswa juga hadir menyuarakan aspirasinya. Sebut saja mahasiswa dari kampus BSI, UBK, UIC, yang mengatasnamakan gabungan BEM Jabodetabek. Selain itu dari kalangan KNPI Jabodetabek ikut serta dalam aksi tersebut.

Dari masa yang hadir, ternyata ada yang bayaran. Merly salah satunya, mengaku kepada Obsession News telah dibayar. “Kami hadir di sini dibayar Rp 50.000 tapi karena uangnya itu dari tangan ke tangan jadi ada yang dapat Rp 20.000 – 30.000 saja. Selain dapat uang kita dapat makan ketring,” ungkapnya.

Merly dan rombongan datang dari tempat aksi dari jam 9 pagi. Mereka tetap bertahan sampai ada instruksi pulang dari pimpinan rombongan mereka. Jam 16.00 wib demonstran sudah meninggalkan arena aksi. Merly dan rombongannya bubar. Merly yang berumur 18 tahun ini berasal dari Salemba. “Daripada duduk-duduk di rumah atau keluyuran tidak jelas, mending datang di sini nongkrong tapi dapat duit,” bebernya.

Aksi ribuan massa ternyata mendatangkan rezeki bagi para pedagang kaki lima yang menjajakan minuman dan makanan di sekitar depan MK. Ratusan penjual ketoprak dan minuman keliling mengait rejeki pada momen aksi gugatan Prabowo-Hatta. Salah satu pedagang keliling minuman es teh, Warsito, asal Pondok Indah mengaku selama ada demonstrasi di depan MK jualannya laku meningkat tiga kali lipat.

Warsito yang sehari-hari berjualan keliling di sekitar tugu Monas dengan dua anak ini mengaku penghasilan biasanya hanya Rp150 ribu sampai Rp200 ribu. Namun selama ada aksi demo di depan MK, penghasilannya meningkat tiga kali lipat. “Selama ada demonstrasi alhamdulillah rejekinya ada, pada biasanya saya berjualan es teh keliling hanya mendapat 150 ribu sampai 200 ribu rupiah, namun sekarang alhamdulillah saya bisa dapat 650 ribu sampai 700 ribu dalam satu hari,” ungkapnya kepada Obsession News.

Penjul keliling kopi mirna yang sehari-hari berjualan di depan Mesjid Istiqlal, juga mengaku jualanya lancar meningkat tiga kali lipat.Begitu pula pedagang ketoprak Jumida mengakui hal yang sama. “Alhamdulillah jualan saya lancar dan banyak pembeli. Sampai siang ini sudah tiga kali saya menambah jualan saya, pokoknya meningkat dari hari-hari biasa,” akunya.

Namun, ada juga kerugian akibat aksi ribuan massa yang bergerak di depan gedung MK, yang berseberagan dengan Monumen Nasional (Monas) tersebut. Aksi demo ternyata mengakibatkan taman bunga jalan di sepanjang depan MK, tepatnya jalan Medan Merdeka Barat, rusak terinjak-injak. Berdasarkan pengakuan Beno (50), salah satu tukang bersih dan perawat  bunga, kalau bunganya mati sudah tentu menimbulkan kerugian besar. Yakni, anggaran untuk tanaman bunga di jalanan Jakarta dibayar uang berasal dari CSR swasta senilai Rp6 miliar. (Azma)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.