Kamis, 8 Desember 22

Aksi Bela Islam Jilid 4 Disertai Jalan Sehat

Aksi Bela Islam Jilid 4 Disertai Jalan Sehat
* Jutaan orang mengikuti Aksi Bela Islam 3 di Jakarta, Jumat (2/12/2016). (Foto: Edwin B/Obsessionnews.com).

Jakarta, Obsessionnews.com – Perjuangan umat Islam dalam menuntut penegakan hukum atas kasus penistaan agama yang diduga dilakukan oleh Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dimulai sejak 14 Oktober 2016. Aksi super damai ini dikenal sebagai aksi Bela Islam jilid I.

Proses penyelidikan terhadap Ahok yang dianggap lambat, membuat ‎Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Majelis Ulama Indonesia (MUI) kembali  melakukan aksi Bela Islam jilid II pada 4 November 2016. Aksi yang dihadiri oleh jutaan orang dari berbagai ormas Islam ini dilaksanakan usai sholat Jumat.

Massa aksi yang datang bukan hanya dari DKI, tapi juga dari luar daerah. Mereka berbondong-bondong menuju area Monas dan Thamrin, Jakarta Pusat. Aksi kedua ini dihadiri oleh sejumlah tokoh seperti Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah, Fadli Zon, musisi Ahmad Dani, Adhyaksa Dault, Aa Gym, dan Ustad Arifin Ilham, dan lain-lain.

Dua minggu setelah aksi ini, pihak Bareskrim Mabes Polri akhirnya menetapkan Ahok sebagai tersangka dugaan penistaan agama. Namun, GNPM MUI merasa belum puas karena penetapan tersangka terhadap Ahok tidak dibarengi dengan penahanan. Umat Islam kemudian kembali melakukan aksi Bela Islam jilid III pada 2 Desember 2016.

Aksi bela Islam ini lebih dahsyat dari pada aksi sebelumnya, karena berhasil mendatangkan 7 juta massa. Jalan Sudirman sampai Monas dipenuhi lautan massa dengan memakai seragam putih. Mereka menuntut Ahok tidak hanya dijadikan sebagai tersangka, tapi juga ditahan.

Belakangan aksi serupa akan digelar pada 11 Februari  ‎2017. Jika aksi aksi sebelumnya selalu dilakukan pada hari Jumat, aksi bela Islam jilid IV ini agak sedikit berbeda, dilakukan pada hari Sabtu pagi sekaligus kegiatan jalan sehat.

Sekretaris Jenderal Forum Umat Islam (FUI) Muhammad Al Khaththath mengatakan, aksi ini kembali diadakan karena ia menilai tekanan dan intimidasi terhadap umat Islam semakin terlihat dilakukan oleh penegak hukum. Hal ini menyusul banyaknya kasus yang diada-adakan untuk menjerat para ulama.

“Perlu kami umumkan bahwa atas permintaan Ketua Dewan Pembina GNPF MUI bahwa tanggal 11 Februari kita akan adakan jalan pagi sehat. EO-nya adalah FUI,”‎ ujarnya.

Imam Besar FPI, Habib Rizieq Syihab, adalah salah satu ulama yang diduga dikrimninalisasi atas tuduhan penghinaan terhadap Pancasila. Terakhir umat Islam kembali disakiti dengan tuduhan Ahok terhadap Ketua Umum MUI ‎Ma’ruf Amin yang disebut telah memberikan keterangan palsu dalam sidang kasus penistaan agama.

Ahok juga menuding, keluarnya Fatwa MUI berdasarkan desakan dari Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Ahok mengaku punya bukti rekaman pembicaraan antara Ma’ruf dengan SBY. Ia juga mengancam akan melaporkan Ma’ruf. Semua umat Islam marah dengan ucapan Ahok.

Tim kuasa hukum GNPMUI Mahendradatta mengingatkan, bila hukum dan kekuasaan tidak dijalankan dengan benar, maka tunggu saatnya masyarakat akan bangkit dan melakukan perlawanan. Semua yang terjadi saat ini, kata dia, sudah menandakan hukum tidak dijalankan dengan benar. ‎

“Bila alarm bahaya di pesawat yang mengudara dianggap berisik &mengganggu, apalagi malah dimatikan tidak mungkin pesawat bisa jatuh,”‎ ujar Mahendra menganalogikan dengan sistem di pesawat, Minggu (5/2).

Terkait rencana aksi damai yang akan diadakan pada 11 Februari 2017, ia memastikan tuntutannya tetap sama meminta agar Ahok dihukum tegas karena telah melakukan penistaan agama. “Setidaknya  7 juta umat Islam dalam aksi Bela Islam 411 atau 212 itu hanya minta agar Ahok ditindak karena penodaan agama, tidak minta untuk cari-cari pasal-pasal yang lain,” jelasnya.

‎Aksi Bela Islam Sabtu (11/2) akan diadakan di Jakarta, di mulai dari Jalan Sudirman, menunju Jalan Thamrin Jakarta Pusat. Ia meminta umat Islam kembali bersatu dan turun ke jalan menuntut keadilan untuk para ulama yang diduga telah dikriminalisasi. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.