Jumat, 3 Februari 23

Aksi 212 Dihadiri Malaikat

Aksi 212 Dihadiri Malaikat
* Aksi Bela Islam 212 di Monumen Nasional (Monas) dan jalan protokol di Jakarta,(Foto: Edwin B/Obsessionnews.com)

Jakarta, Obsesessionnews.com – Lautan manusia membanjiri lapangan Monumen Nasional (Monas) dan jalan-jalan protokol di Jakarta pada Jumat (2/12/2016). Siang itu diperkirakan lebih dari 7 juta orang melaksanakan sholat Jumat , yang merupakan bagian dari Aksi Bela Islam Super Damai 212. Kegiatan tersebut digerakkan oleh Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PB NU) KH Hasyim Muzadi mengatakan, aksi 212 itu dihadiri oleh para malaikat. Ia menyampaikan empat  hujjah (bukti) telak yang menguatkan pendapatnya.

kh-hasyim-muzadi

“Saya menduga (aksi) 212 dihadiri malaikat,” kata anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) ini di Masjid Nuruttaqwa Malang, Jawa Timur,  saat mengisi acara Maulid Nabi Muhammad SAW, Sabtu (3/12).

Sebagai penguat atas pendapatnya, Kiyai Hasyim menyebutkan empat kejadian yang amat nyata dan disaksikan oleh seluruh peserta aksi 212.

Hasyim mengatakan aksi 212 itu dihadiri oleh para malaikat.

“Minta teduh, diberi teduh. Minta hujan, diberi hujan. 7 juta (orang) lebih berkumpul dan bubar tanpa musibah,” tuturnya.

Sedangkan bukti terakhir didapati beberapa saat setelah aksi 212 berakhir. “Jam 4 sore Monas dan sekitarnya bersih kembali seperti semula,” ujarnya.

Tuntut Ahok Dipenjara

Aksi Bela Islam 212 atau juga dikenal dengan sebutan Aksi Bela Islam 3 atau aksi 212 menuntut aparat penegak hukum memenjarakan Gubernur nonaktif  DKI  Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, tersangka dugaan penistaan agama.  Aksi 212 merupakan kelanjutan dari aksi 1410 yang digelar pada Jumat (14/10) dan aksi 411 yang dilaksanakan pada Jumat (4/11).

Hasyim sepakat dengan kaum Muslimin agar Ahok diadili secara hukum atas tindakan penistaan agama.

Al Quran surat Al Kafirun ayat 6 berbunyi: Lakum Diinukum wa Liya Diin. Artinya, untukmu agamamu, dan untukkulah agamaku.

Surat Al Kafirun ayat 6 itu dapat ditafsirkan seseorang tidak perlu ikut campur agama yang dianut orang lain. Jika ikut campur, maka akan terjadi konflik. Masalah agama memang masalah yang sensitif.

Ahok yang beragama Kristen Protestan membuat umat Islam marah ketika ia menyinggung soal Al Quran surat Al Maidah ayat 51 di sebuah acara di Kepulauan Seribu, Selasa, 27 September 2016.

Ahok tidak menyadari betapa pekanya mencampuri urusan agama lain. Ahok yang beragama Kristen Protestan membuat umat Islam marah ketika ia menyinggung soal Al Quran surat Al Maidah ayat 51 di sebuah acara di Kepulauan Seribu, Selasa, 27 September 2016. Ketika itu calon gubernur DKI pada Pilkada 2017 itu antara lain menyatakan, “… Jadi jangan percaya sama orang, kan bisa aja dalam hati kecil bapak ibu nggak bisa pilih saya, ya kan. Dibohongin pakai surat al Maidah 51, macem-macem itu. Itu hak bapak ibu, jadi bapak ibu perasaan nggak bisa pilih nih karena saya takut masuk neraka, dibodohin gitu ya..”

MUI dalam pernyataan sikap keagamaan yang ditandatangani Ketua Umum Ma’ruf Amin dan Sekretaris Jenderal Anwar Abbas pada Selasa (11/10), menyebut perkataan Ahok dikategorikan menghina Al-Quran dan menghina ulama yang berkonsekuensi hukum.

Sehari sebelumnya Ahok meminta maaf kepada umat Islam. “Saya sampaikan kepada semua umat Islam atau kepada yang merasa tersinggung, saya sampaikan mohon maaf. Tidak ada maksud saya melecehkan agama Islam atau apa,” kata Ahok di Balai Kota DKI, Senin (10/10).

Meski Ahok telah meminta maaf, umat Islam tetap menuntut ia harus diproses secara hukum. Ucapan Ahok di Kepulauan Seribu menimbulkan gelombang protes di berbagai daerah di Indonesia. Di Jakarta, misalnya, berbagai organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam yang tergabung dalam GNPF MUI menggelar unjuk rasa damai yang berlabel Aksi Bela Islam di Balai Kota DKI dan Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri, Jumat (14/10). Mereka menuntut polisi menangkap Ahok dan membuinya. Namun, tuntutan tersebut seperti dianggap angin lalu.

Karena tidak ada tanda-tanda polisi untuk menciduk Ahok, GNPF MUI kembali menggelar demo lagi, yakni Aksi Bela Islam II, di depan Istana Presiden, Jakarta, pada Jumat (4/11). Dipilihnya Istana Presiden sebagai objek demo yang terkenal dengan sebutan demo 411, karena massa menuding Presiden Joko Widodo (Jokowi) melindungi Ahok.

Peserta ABI II jauh lebih banyak daripada ABI I. ABI II  yang diikuti lebih dari 2,3 juta orang tersebut merupakan demo terbesar dalam sejarah Indonesia pasca reformasi 1998. Jumlah massa demo 411 itu di luar prediksi aparat keamanan.

Setelah demo besar-besaran itu barulah polisi terlecut menggarap kasus Ahok. Hasilnya, Bareskrim Polri menetapkan Ahok sebagai tersangka dalam kasus dugaan penistaan agama pada Rabu (16/11). Ahok juga dicekal ke luar negeri. Namun, anehnya, Ahok tidak ditahan.

Masih berkeliarannya Ahok itu membuat umat Islam semakin marah. Mereka menilai polisi diskriminatif, sebab dalam banyak kasus orang-orang yang menyandang status tersangka, terutama orang-orang Islam, langsung ditahan.

Polisi telah melimpahkan kasus Ahok ke Kejaksaan Agung (Kejagung).   Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Kejagung, Noor Rachmad, di Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Rabu (30/11) mengatakan, perkara Ahok dinyatakan P21. P21 berarti administrasi penanganan perkara oleh jajaran Pidana Umum Kejaksaan menyatakan berkas perkara hasil penyidikan Bareskrim Polri telah memenuhi syarat untuk dibawa ke pengadilan secara formal dan material.

Selanjutnya Kejaksaan Agung memanggil Ahok pada Kamis (1/12). Umat Islam berharap Kejagung menahan Ahok. Tetapi, harapan tinggal harapan. Ahok ternyata tidak ditahan!

Hal itu membuat luka umat Islam semakin menganga. Oleh karena itu GNPF MUI kembali beraksi dalam Aksi Bela Islam jilid III pada Jumat (2/12). Aksi super damai tersebut dikemas dalam bentuk zikir dan sholat Jumat di lapangan Monas dan jalan-jalan. Aksi 212 tersebut diikuti lebih dari 7 juta orang  yang berasal dari berbagai daerah. (@arif_rhakim)

Baca Juga:

Ramai-ramai Gembosi Ahok-Djarot

Prabowo: Lepas 10 Orang yang Dianggap Makar!

Yusril: Bu Rachmawati Tinggalkan Mako Brimob

Yusril: Rachmawati dan Ratna Sarumpet Ditahan Tanpa Diperiksa

Jaringan ’98: Tangkap Ahok, Stop Tuduh Makar Para Tokoh Bangsa!

Jokowi Jangan Lindungi Ahok!

Parmusi: Terkecoh Skenario Kejakgung, Aksi 212 Kehilangan Momentum

 

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.